TANGERANG | TR.CO.ID
Sebagai respons terhadap insiden kebakaran yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing pada Oktober 2023, Ikatan Pemulung Indonesia (IPI) bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melakukan langkah proaktif dalam upaya pencegahan dan keselamatan.
Pada Selasa (16/01/24), sebanyak 300 pemulung yang beroperasi di TPA Rawa Kucing menerima pelatihan keselamatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua IPI, Pris Polly Lengkong, menjelaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya ditujukan untuk mencegah kebakaran tetapi juga sebagai bentuk edukasi terhadap para pemulung tentang keselamatan saat beraktivitas di lingkungan TPA Rawa Kucing.
Dikatakan, salah satu aspek yang ditekankan dalam pelatihan adalah penggunaan perlengkapan keselamatan, seperti boots, untuk melindungi kaki dari potongan kaca atau serpihan lainnya.
“Selain itu, pemulung juga diimbau untuk tidak merokok di sekitar area TPA untuk mengurangi risiko kebakaran,” katanya.
“Kami berharap dengan memberikan edukasi ini, pemulung dapat lebih waspada terhadap potensi bahaya dan menjaga keselamatan diri mereka,” tambahnya.
Sementara itu, Tihar Sopian, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, mengapresiasi inisiatif yang diambil oleh para pemulung untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang keselamatan.
Ia menyatakan harapannya agar kejadian kebakaran yang terjadi sebelumnya tidak terulang, dan menekankan pentingnya peran bersama dalam menjaga keberlanjutan TPA Rawa Kucing.
“Kami sangat mengapresiasi usaha ini karena sebagai upaya bersama menjaga TPA Rawa Kucing. Kami harap, semua turut berperan juga dalam menekan jumlah sampah rumahan yang diproduksi dengan memanfaatkan bank sampah, atau melakukan berbagai upaya daur ulang,” tambah Tihar Sopian. Langkah-langkah ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan TPA yang lebih aman, bersih, dan berkelanjutan untuk keberlanjutan aktivitas pemulung dan pengelolaan sampah di Kota Tangerang.
Penulis : ali
Editor : ris









