Pemprov DKI Diminta Tingkatkan Sosialisasi Vaksin DBD

Selasa, 2 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | TR.CO.ID

Pemerintah provinsi DKI Jakarta diminta untuk meningkatkan sosialisasi vaksin demam berdarah dengue (DBD) kepada masyarakat untuk pencegahan merebaknya penyakit tersebut pada musim pancaroba.

“Vaksinasi DBD perlu sosialisasi yang lengkap kepada masyarakat,” kata anggota DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak kepada wartawan di Jakarta, kemarin.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gilbert juga menuturkan, saat ini vaksin DBD dinyatakan oleh pemerintah sudah dapat diberikan kepada masyarakat.

Dia juga menambahkan, berdasarkan laman Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) Atlanta, disebutkan bahwa keampuhan (efikasi) vaksin ini sebesar 80 persen untuk mencegah infeksi bergejala, masuk rumah sakit atau infeksi DBD berat.

“Dalam artian, ada kemungkinan 20 persen terinfeksi ringan hingga berat walau telah divaksinasi,” ujarnya.

Baca Juga:  Barhum : Ganjar Pranowo Layak Jadi Presiden 2024

Dilaporkan bahwa keampuhan vaksin dapat bertahan enam tahun. Namun, wanita hamil dan menyusui memiliki risiko karena tidak ada data keamanan untuk kondisi ini.

Diingatkan pula pemberian vaksin wajib sesuai anjuran CDC, mengharuskan ada infeksi DBD sebelumnya melalui tes laboratorium (serologi).

Apabila anak hasilnya tes serologinya belum pernah terinfeksi dan diberi vaksin, maka ada kemungkinan malah jadi terinfeksi ringan hingga berat dan dirawat di rumah sakit.

Selain itu, diketahui perbedaan informasi mengenai anjuran CDC Atlanta diberikan pada usia minimal sembilan tahun, namun informasi di masyarakat dapat diberikan pada usia minimal enam tahun tanpa tes laboratorium.

Maka dari itu, dia mendesak pemerintah provinsi DKI untuk segera melakukan sosialisasi guna tindak cepat pencegahan DBD.

Baca Juga:  Polres Lebak Gelar Donor Darah

“Perbedaan indikasi ini dengan CDC Atlanta tentu membutuhkan penjelasan dari pemerintah,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Ani Ruspitawati, di Jakarta, Kamis (28/3), mengatakan penyumbang kasus DBD terbanyak dari data terakhir, yaitu Jakarta Barat, dengan total kasus mencapai 716 disusul Jakarta Selatan.

Menurut dia, sebenarnya lima kota dan satu kabupaten di DKI Jakarta semuanya terdapat kasus DBD. Akan tetapi yang paling banyak penyebaran kasusnya hingga 26 Maret 2024, yaitu Jakarta Barat dengan jumlah kasus mencapai 716. Disusul Jakarta Selatan (576), Jakarta Timur (562), Jakarta Utara (262), Jakarta Pusat (172), dan Kepulauan Seribu (18).(JR)

Berita Terkait

Intan Dukung Kegiatan Olahraga Masyarakat di Tangerang
Puskesmas Turun ke Sekolah Jajanan Siswa Diperiksa
Dinkes Kota Tangerang Luncurkan “BUGAR MOVEMENT”, Dorong Budaya Hidup Sehat Pegawai
Penemuan Alat Deteksi Gizi MBG Berbasis AI
Susah Turun Berat Badan? Hindari 3 Jenis Makanan Ini Menurut Dokter Gizi!
Dinsos Lakukan Pengukuran 16 Penerima Kaki Palsu
Sukseskan Program Prioritas Nasional, Pemkot Tangerang Targetkan CKG Seluruh Pegawai
Anak Terkena Campak? Ini Panduan Perawatan di Rumah dari Dinkes Tangerang
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 14:18 WIB

Intan Dukung Kegiatan Olahraga Masyarakat di Tangerang

Jumat, 17 April 2026 - 15:03 WIB

Puskesmas Turun ke Sekolah Jajanan Siswa Diperiksa

Jumat, 17 April 2026 - 13:34 WIB

Dinkes Kota Tangerang Luncurkan “BUGAR MOVEMENT”, Dorong Budaya Hidup Sehat Pegawai

Kamis, 16 April 2026 - 18:06 WIB

Penemuan Alat Deteksi Gizi MBG Berbasis AI

Kamis, 16 April 2026 - 12:18 WIB

Susah Turun Berat Badan? Hindari 3 Jenis Makanan Ini Menurut Dokter Gizi!

Berita Terbaru