LEBAK | TR.CO.ID
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lebak, Banten memastikan akan melakukan sosialisasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak yang akan digelar pada 27 November 2024 secara masif.
Untuk mencapai hal tersebut, KPU Lebak telah menyiapkan berbagai agenda sosialisasi dengan melibatkan berbagai organisasi dan elemen masyarakat, termasuk komunitas. Menurut Kordiv Sosdiklih, Parmas, dan SDM KPU Lebak, Iim Muhaemin, kegiatan sosialisasi ini melibatkan organisasi mahasiswa, organisasi masyarakat, dan organisasi profesi seperti PGRI. Informasi dan diskusi yang dilakukan bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar menjadi pemilih yang dapat menentukan pilihannya sesuai dengan hati nurani.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami juga menyasar adik-adik sekolah yang akan memiliki hak pilih pada tanggal 27 November nanti. Mereka adalah pemilih pemula yang perlu mendapatkan informasi dan edukasi mengenai pilkada,” kata Iim pada Rabu (17/7/24).
Selain itu, KPU Lebak akan mengidentifikasi kecamatan dengan tingkat partisipasi pemilih rendah pada pilkada tahun 2018. Fokus akan diberikan kepada wilayah-wilayah tersebut untuk meningkatkan partisipasi pemilih pada pilkada mendatang.
“Sosialisasi akan terus kami lakukan hingga mendekati hari pemungutan. Dalam waktu dekat, kami juga akan menggelar Munajat Kebangsaan bersama forum keagamaan sebagai simbol persatuan dan kesatuan dalam pelaksanaan pilkada,” tambah Iim.
Kasubbag Tekra dan Hubparmas KPU Lebak, Rudi, menjelaskan bahwa pedoman sosialisasi pemilih pada pilkada diatur dalam Keputusan KPU Nomor 620 Tahun 2024. Sosialisasi akan dilakukan melalui berbagai media seperti media massa, komunitas, organisasi masyarakat, mahasiswa, dan lain-lain.
“Kami akan mengadakan tatap muka melalui forum warga, diskusi, talkshow, dan kegiatan lain yang menyentuh masyarakat umum. Selain itu, sosialisasi juga akan dilakukan di tempat-tempat berkumpulnya banyak orang, seperti pasar,” ujar Rudi.
Sosialisasi ini tidak hanya memberikan informasi mengenai tanggal pelaksanaan pilkada, tetapi juga memastikan apakah masyarakat yang sudah memiliki hak pilih sudah terdata dalam daftar pemilih tetap (DPT).
“Kami akan melakukan simulasi agar warga semakin paham bagaimana cara mengetahui apakah mereka sudah terdata dalam DPT atau belum. Selain itu, kami akan mengedukasi masyarakat untuk menjadi pemilih cerdas, tidak golput, dan mengajak mereka untuk datang ke TPS pada tanggal 27 November 2024,” pungkas Rudi. (jat/tmn/dam)









