BANTEN | TR.CO.ID
Penjabat Gubernur Banten, Al Muktabar, menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Banten bersama dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah serta pemerintah kabupaten/kota dan stakeholder terkait lainnya terus berupaya melakukan mitigasi risiko menjelang pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 yang akan diadakan pada 27 November 2024.
Pernyataan ini disampaikan oleh Al Muktabar usai mengikuti Rapat Koordinasi Lintas Sektoral terkait Pengamanan Pilkada Serentak 2024 yang digelar oleh Kepolisian Daerah Banten di Pendopo Gubernur Banten, KP3B Curug, Kota Serang, pada Selasa (20/8/24).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Al Muktabar menjelaskan bahwa rapat tersebut berfokus pada kesiapan secara detail untuk menghadapi berbagai potensi risiko yang mungkin terjadi selama pelaksanaan Pilkada. Ia optimis bahwa dengan mitigasi risiko yang baik, pelaksanaan Pilkada akan berjalan lancar sebagaimana Pemilu 2024 sebelumnya, yang mencatat tingkat partisipasi pemilih di atas 80 persen.
Selain itu, rapat tersebut juga membahas tentang potensi kerawanan yang mungkin terjadi di Provinsi Banten, mulai dari gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) hingga potensi bencana alam. Al Muktabar menekankan pentingnya menjaga kamtibmas selama seluruh tahapan Pilkada, dengan dukungan dari TNI, Polri, dan stakeholder lainnya untuk memastikan stabilitas daerah tetap terjaga.
Karo Ops Polda Banten, Kombes Pol Dedy Suhartono, menambahkan bahwa sekitar 5.000 personil Polri akan dikerahkan untuk pengamanan Pilkada Serentak 2024 di wilayah hukum Polda Banten. Mereka telah melakukan pemetaan terkait risiko kerawanan pada setiap tahapan Pilkada, termasuk pendaftaran, pengumuman calon, kampanye, hingga pemungutan suara.
Mitigasi risiko yang komprehensif ini diharapkan dapat memastikan bahwa seluruh proses Pilkada di Banten berlangsung dengan aman dan lancar, serta mampu mengantisipasi berbagai potensi ancaman yang mungkin terjadi. (hed/dam)









