TANGERANG | TR.CO.ID
Nasib malang dialami bocah berusia sekitar 5 tahun tewas mengenaskan setelah tergilas truk bermuatan pasir di jalan raya Pakuhaji tepatnya di Gang Kenari, Desa Kayu Agung, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang pada Sabtu (24/8/24).
Salah satu warga setempat Suryadi (45) mengatakan kecelakaan maut itu terjadi sekitar pukul 08.00 wib pagi hari saat lalu lintas di jalan tersebut ramai dan banyak pengendara yang melintas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kejadiannya itu pagi sekitar jam 8, itu warga kecamatan Rajeg kayanya dia mau main burung, sebab saat kejadian dia sedang membawa kandang burung,” ujar Suryadi Kemarin.
Lebih lanjut Suryadi menjelaskan kejadian itu bermula saat orang tua korban diduga hendak menyalip truk karena didepan juga ada kendaraan lain akhirnya orang tua korban hilang kendali dan terjatuh.
“Kayanya dia mau nyalip terus kesenggol dan jatuh kepala anaknya itu terlindas ban mobil truk pasir dan bapaknya mah saat itu masih hidup tapi memang luka-luka,” katanya.
Sambung Suryadi mengatakan akhir-akhir ini jalan di wilayahnya itu saat pagi dan siang hari banyak dilintasi truk besar seperti truk tanah dan truk pasir membuat warga sekitar khawatir untuk berkendara diwaktu tersebut.
“Kadang saya juga risih kalau anak saya naik motor soalnya memang sudah banyak truk besar yang lewat sini padahal dilarang kalau pagi dan siang tapi masih pada lewat aja, pada bandel dan tidak menghiraukan larangan dari pemerintah,” pungkasnya.
Senada warga lainnya Trisno (60) yang tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian mengatakan kecelakaan itu terjadi diduga karena kain kurungan burung yang dibawa pengendara motor tersangkut truk pasir.
“Kurungan burung yang dipegang anaknya nyangkut ke bemper mobil akhirnya jatuh dan kelindes truk pasir kepala anaknya hancur dan bapaknya pinggulnya sama kakinya yang kelindes,” terang Trisno.
Trisno menambahkan kondisi bocah tersebut meninggal ditempat kejadian sedangkan untuk orang tuanya masih hidup dan sempat menyebut ‘Allahuakbar’ meski begitu memang kondisinya sangat mengkhawatirkan.
“Bapaknya mah saat itu masih hidup dan sempat menyebut Allahuakbar tapi pada saat dinaikin ke mobil mau di bawa ke rumah sakit bapaknya tau pingsan tau meninggal itu saya juga kurang tau,” tutup Trisno.
Terpisah salah satu pegawai RSUD Pakuhaji Wandi mengatakan kedua korban kecelakaan tersebut saat tiba di ruang IGD RSUD Pakuahaji sudah dalam keadaan Death On Arrival (DOA).
“Jadi kedua korban kecelakaan itu sampe di IGD memang sudah DOA kalau dalam istilah kesehatan mah pasien datang di rumah sakit sudah dalam keadaan meninggal dunia karena memang lukanya juga cukup parah,” tuturnya. (fj/dam)









