Dinkes Kabupaten Tangerang Gelar Rakor Kesehatan, Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi serta Stunting

Kamis, 10 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAB.TANGERANG | TR.CO.ID

Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar Rapat Koordinasi Bidang Kesehatan Masyarakat di Hotel Arya Duta, dikutip Rabu (9/10/2024).

Rapat ini bertujuan untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), dan angka stunting di wilayah tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Plt Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Syaifullah, dalam sambutannya menyoroti tingginya angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Tangerang. Menurut data, pada tahun 2023 tercatat 39 kasus kematian ibu, sedangkan dari Januari hingga Agustus 2024 sudah terdapat 27 kasus. Jumlah kematian bayi juga mencemaskan, dengan 256 kasus pada tahun 2023 dan 142 kasus pada periode yang sama di tahun 2024.

Baca Juga:  Relawan Andra Soni Deklarasi Bareng Mahasiswa Dan Pemuda

Hasil survei SSGI (Survei Status Gizi Indonesia) menunjukkan angka stunting di Kabupaten Tangerang pada tahun 2022 sebesar 21,1 persen, yang meningkat menjadi 26,4 persen menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023.

Dengan tema ‘Peran Lintas Sektor dalam Percepatan Penurunan AKI, AKB, dan Stunting’, Syaifullah berharap semua komponen Pemkab Tangerang dan sektor terkait dapat memperkuat komitmen untuk mengatasi masalah kesehatan ini. “Sinergi yang kuat antara berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Tangerang,” ungkapnya.

Syaifullah juga menekankan pentingnya evaluasi program kesehatan di tingkat puskesmas dan kecamatan. Rapat ini merupakan program rutin tahunan untuk mengevaluasi pelaksanaan program dan kendalanya. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan agar program-program kesehatan dapat berjalan lebih efektif di masa depan.

Baca Juga:  Farah Sajidah Terpilih Jadi Duta Anti Narkoba Kota Tangerang 2023

Dalam kesempatan tersebut, Kadinkes Kabupaten Tangerang, Ahmad Muchlis, menegaskan bahwa rapat ini mengundang berbagai stakeholder di bidang kesehatan sebagai bagian dari upaya menurunkan AKI dan AKB. Muchlis juga menggarisbawahi pentingnya implementasi kebijakan yang telah ditetapkan di tingkat pusat dan daerah.

Salah satu strategi yang diterapkan adalah sistem rujukan berjenjang, mulai dari pelayanan dasar di puskesmas hingga rumah sakit rujukan, yang diharapkan dapat memberikan penanganan cepat dan tepat bagi ibu hamil dan bayi dalam kondisi darurat. “Dengan sistem rujukan yang terstruktur, kami berharap angka kematian ibu dan bayi dapat ditekan secara signifikan,” tutupnya. (dam/ris)

Berita Terkait

Diusulkan Jadi Pilot Project MBG-BPOM, Maryono: Pemkot Siap Dukung Program Pusat
Cetak Generasi Muda Qur’ani, STQ Kecamatan Neglasari 2026 Sukses Digelar
Pangkas Antrean Fisik, Disdukcapil Kota Tangerang Ajak Warga Optimalkan Layanan Online Sobat Dukcapil
Dukcapil Kota Tangerang Jemput Bola Perekaman KTP-el dan IKD ke Pelajar SMAN 6
UPTD PPA Hadirkan Layanan Konseling hingga Pendampingan Hukum
Perumda Tirta Benteng Buka Layanan Penggantian Meter Air Gratis
Semangat Kartini Menggema di Apel Senin
Disdukcapil Ajak Warga Optimalkan Layanan Online Sobat Dukcapil
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 18:34 WIB

Diusulkan Jadi Pilot Project MBG-BPOM, Maryono: Pemkot Siap Dukung Program Pusat

Selasa, 21 April 2026 - 18:30 WIB

Cetak Generasi Muda Qur’ani, STQ Kecamatan Neglasari 2026 Sukses Digelar

Selasa, 21 April 2026 - 18:27 WIB

Pangkas Antrean Fisik, Disdukcapil Kota Tangerang Ajak Warga Optimalkan Layanan Online Sobat Dukcapil

Selasa, 21 April 2026 - 18:24 WIB

Dukcapil Kota Tangerang Jemput Bola Perekaman KTP-el dan IKD ke Pelajar SMAN 6

Selasa, 21 April 2026 - 14:40 WIB

UPTD PPA Hadirkan Layanan Konseling hingga Pendampingan Hukum

Berita Terbaru