TANGERANG | TR.CO.ID
Memperingati Hari Disabilitas Internasional yang jatuh pada 3 Desember, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menegaskan komitmennya untuk terus mengoptimalkan pelayanan publik inklusif di seluruh wilayah kota.
Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Tangerang, Deni Koswara, mengungkapkan bahwa Pemkot Tangerang telah menjalankan berbagai program unggulan untuk memastikan kebutuhan penyandang disabilitas terakomodasi dengan baik. Langkah ini mencakup bidang pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, serta pelayanan administrasi dan informasi publik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami terus berupaya menciptakan lingkungan yang inklusif dengan menyelenggarakan berbagai program yang mengakomodasi kebutuhan semua lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Upaya ini merupakan bagian dari visi Kota Tangerang untuk menjadi kota inklusif yang ramah bagi semua,” ujar Deni, Selasa (3/12/24).
Berikut beberapa program unggulan yang telah berjalan:
Sekolah Inklusif dan ULDP
Pemkot Tangerang menyediakan fasilitas pendidikan inklusif di 53 sekolah dasar dan 13 sekolah menengah pertama, dengan jumlah peserta didik mencapai 2.000 orang. Program ini didukung Bantuan Operasional Sekolah (Bosda) Inklusif dan Unit Layanan Disabilitas Pendidikan (ULDP).
Bantuan Alat Penyandang Disabilitas
Pemkot mendistribusikan alat bantu seperti kursi roda, tongkat, walker, dan alat bantu dengar kepada 1.061 penerima sepanjang tahun lalu.
Job Fair Disabilitas
Melalui Unit Layanan Disabilitas Bidang Ketenagakerjaan, Pemkot secara rutin menyelenggarakan Job Fair Disabilitas dengan ratusan lowongan pekerjaan.
Program Jemput Bola KTP-el
Pemkot memfasilitasi pembuatan KTP-el bagi penyandang disabilitas dengan layanan “door to door” di seluruh kecamatan.
Pelayanan Informasi Publik Inklusif
Pemkot menyediakan kantor dan situs web yang ramah disabilitas, memastikan aksesibilitas informasi yang aman dan mudah.
Pemkot Tangerang berharap inisiatif ini dapat meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas di Kota Tangerang. “Kami akan terus memperluas cakupan program dan memastikan bahwa nilai inklusivitas diterapkan secara maksimal,” tutup Deni.
Momentum ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan kesetaraan dan inklusi di Kota Tangerang.
(ris/dam)









