TANGERANG | TR.CO.ID
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang kembali mencatat capaian positif dalam layanan transportasi umum. Bus Rapid Transit (BRT) Tayo, yang menjadi moda transportasi andalan di Kota Tangerang, telah dimanfaatkan oleh 1.092.159 penumpang sepanjang tahun 2024.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang, Achmad Suhaely, menyampaikan bahwa lonjakan penumpang tersebut menunjukkan bahwa BRT Tayo telah berhasil menjadi pilihan utama bagi masyarakat dalam menunjang mobilitas di kota ini.
ADVERTISEMENT
![]()
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami melihat antusiasme masyarakat terhadap BRT Tayo sangat luar biasa. Selama tahun ini, kami berhasil melayani lebih dari satu juta penumpang, yang menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ujar Suhaely pada Kamis, (19/12/2024).
Lonjakan penumpang BRT Tayo juga tercatat secara konsisten dari tahun ke tahun. Pada 2017, jumlah penumpang tercatat sebanyak 250.597 orang, meningkat menjadi 323.645 penumpang di 2018, dan terus menunjukkan tren positif dengan 489.118 penumpang pada 2019. Meskipun sempat menurun pada 2020 dengan 468.816 penumpang, angka tersebut kembali meningkat pada tahun-tahun berikutnya, yakni 663.957 penumpang (2021), 763.819 penumpang (2022), dan 832.784 penumpang (2023). Pada 17 Desember 2024, BRT Tayo mencatatkan jumlah penumpang tertinggi sepanjang masa dengan 1.092.159 penumpang.
“Kami juga mencatatkan lonjakan yang signifikan tahun ini, dengan lebih dari satu juta penumpang, yang menjadi capaian terbaik sejak BRT Tayo pertama kali diluncurkan,” tambahnya.
Saat ini, BRT Tayo mengoperasikan empat koridor aktif yang melayani masyarakat setiap hari. Keempat koridor tersebut meliputi Poris Plawad-Jatake, Poris Plawad-Cibodas, Ciledug-Tangcity Mall, dan Cadas-Pintu M1 Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Suhaely berharap layanan BRT Tayo akan semakin dimanfaatkan oleh masyarakat, terlebih Pemkot Tangerang sedang menjajaki kerja sama dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) untuk memperluas jangkauan layanan yang terintegrasi dengan wilayah lain di aglomerasi Jabodetabek. (ris/dam)









