UNICEF Kecam Serangan Israel di Gaza, Korban Anak-Anak Capai Angka Tertinggi dalam Setahun

Rabu, 19 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NEW YORK | TR.CO.ID

Kepala Dana Anak-Anak PBB (UNICEF), Catherine Russell, mengecam keras serangan udara Israel terhadap Jalur Gaza yang terjadi pada Selasa (18/3/2025). Serangan tersebut menewaskan ratusan orang, termasuk lebih dari 130 anak-anak, menjadikannya jumlah korban anak-anak tertinggi dalam satu hari sepanjang tahun lalu.

“Laporan dan gambar yang muncul dari Jalur Gaza setelah serangan hari ini sangat mengerikan. Ratusan orang dilaporkan tewas, termasuk lebih dari 130 anak-anak. Ini merupakan jumlah korban tewas anak-anak dalam sehari terbesar sepanjang tahun lalu,” ujar Russell dalam pernyataan resminya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Russell menegaskan bahwa serangan tersebut tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga semakin meningkatkan penderitaan penduduk Gaza yang telah lama hidup dalam kondisi kemanusiaan yang kritis. Ia menyatakan bahwa beberapa serangan bahkan menghantam tempat penampungan sementara yang dihuni oleh anak-anak dan keluarga yang tengah tertidur. “Ini menjadi pengingat mematikan lainnya bahwa tidak ada tempat yang aman di Gaza,” katanya.

Baca Juga:  GREAT Institute Minta Prabowo Aktif Bebaskan Greta Thunberg Cs

Blokade Bantuan Perburuk Krisis Kemanusiaan

Selain serangan udara, UNICEF juga menyoroti dampak buruk blokade bantuan Israel yang telah berlangsung selama lebih dari dua minggu. Russell menekankan bahwa selama 16 hari terakhir, tidak ada truk bantuan kemanusiaan yang diizinkan masuk ke Gaza, memperburuk situasi kelangkaan bahan pokok yang sangat dibutuhkan masyarakat.

“Selain itu, pemutusan listrik ke pabrik desalinasi utama semakin mengurangi jumlah air minum yang tersedia bagi penduduk Gaza,” papar Russell. Dengan kondisi ini, lebih dari satu juta anak-anak yang telah bertahan hidup dalam situasi perang selama lebih dari 15 bulan kembali terjerumus ke dalam ketakutan dan ancaman kematian yang semakin meningkat.

Baca Juga:  Robert Lewandowski Targetkan Lebih dari 30 Gol

Seruan untuk Menghentikan Permusuhan

Dalam pernyataannya, Russell menyerukan penghentian segera semua bentuk permusuhan dan mendesak komunitas internasional untuk bertindak. “Serangan dan kekerasan harus dihentikan sekarang,” tegasnya.

UNICEF juga meminta agar semua pihak segera memberlakukan kembali gencatan senjata dan menyerukan kepada negara-negara yang memiliki pengaruh untuk mengambil tindakan guna memastikan situasi tidak semakin memburuk.

“Hukum humaniter internasional harus dihormati oleh semua pihak, memungkinkan penyediaan bantuan kemanusiaan segera, perlindungan warga sipil, serta pembebasan semua sandera,” pungkasnya.

Dengan meningkatnya eskalasi konflik, tekanan internasional terhadap Israel semakin menguat untuk segera menghentikan agresi militer dan membuka akses bantuan kemanusiaan guna menyelamatkan warga sipil yang masih bertahan di tengah kehancuran Gaza.

Berita Terkait

Cristiano RonaldoTerancam Akan Apes Lagi
PSG 5-4 Bayern Munich, Drama Hujan Gol di Leg Pertama
Cristian Chivu Berambisi Raih Dua Gelar
Martin Odegaard Optimis Arsenal Juara Liga
Kylian Mbappe Lagi, Gagal Raih Liga Champions
Andoni Iraola Mulai Didekati Manchester United
Michael Carrick, Pantang Panik Meski MU Kalah
Lautaro Martinez, Berperan Atas kemenangan Inter
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 12:29 WIB

Cristiano RonaldoTerancam Akan Apes Lagi

Kamis, 30 April 2026 - 16:32 WIB

PSG 5-4 Bayern Munich, Drama Hujan Gol di Leg Pertama

Kamis, 23 April 2026 - 12:48 WIB

Cristian Chivu Berambisi Raih Dua Gelar

Selasa, 21 April 2026 - 12:07 WIB

Martin Odegaard Optimis Arsenal Juara Liga

Jumat, 17 April 2026 - 14:41 WIB

Kylian Mbappe Lagi, Gagal Raih Liga Champions

Berita Terbaru

Bola

Enzo Fernandez Chelsea Patok Harga Triliunan

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:12 WIB

Daerah

Sindikat Narkotika Sintetis Lintas Wilayah Dibekuk

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:09 WIB