PANDEGLANG | TR.CO.ID
Efisiensi anggaran dari pemerintah pusat berdampak langsung pada kemandirian fiskal Kabupaten Pandeglang. Pasalnya, sebagian besar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pandeglang masih bergantung pada transfer dana dari pusat.
Menghadapi tantangan tersebut, Bupati Pandeglang Dewi Setiani meminta agar Pendapatan Asli Daerah (PAD) dioptimalkan guna mendukung kelancaran pelaksanaan program pembangunan daerah. Permintaan itu disampaikan Bupati Dewi saat memimpin rapat terbatas terkait pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Optimalisasi PAD dan Satgas Pengendalian serta Penertiban Perizinan, yang berlangsung di ruang offroom Bappeda, Selasa (15/4/25).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Besok kita harus launching, kita harus satu visi. Jangan sampai ada ego sektoral yang justru menghambat kinerja satgas dalam mengoptimalkan PAD,” tegas Dewi.
Menurutnya, pembentukan satgas tersebut merupakan langkah percepatan penting. Ia meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil agar memaksimalkan potensi-potensi yang bisa berkontribusi terhadap peningkatan PAD.
“Kita perlu kerja kolaboratif dan integratif, serta keterpaduan data. Tidak boleh ada data yang simpang siur. Semua harus diinventarisasi agar potensi PAD bisa dimaksimalkan,” lanjutnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Pandeglang, Iing Andri Supriadi, turut menambahkan bahwa rencana aksi dan rencana kerja satgas harus segera dirancang agar pelaksanaan tugas berjalan efektif.
“Saya minta kepada Pak Sekda untuk segera menyusun rincian tugas satgas, agar bisa segera dilaksanakan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pandeglang, Ramadani, menyampaikan bahwa target PAD tahun 2025 sebesar Rp384 miliar. Meski begitu, jumlah tersebut masih tergolong kecil jika dibandingkan dengan total APBD.
“Untuk mewujudkan kemandirian fiskal, kita tidak bisa terus bergantung pada dana transfer pusat. PAD harus ditingkatkan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa capaian PAD hingga 1 Maret 2025 telah mencapai 15 persen dari target tahunan. Melalui pembentukan satgas ini, Bapenda berharap bisa menyatukan pola pikir antar-OPD demi optimalisasi pendapatan.
Turut hadir dalam rapat tersebut antara lain Sekda Pandeglang Ali Fahmi Sumanta, Asisten Pemerintahan dan Kesra Doni Hermawan, Asisten Administrasi Umum Kurnia Satriawan, Kasat Pol PP Agus Amin Mursalin, Kadishub Rudi, Kadis Pariwisata Rahmat Jultika, Kadis Koperasi dan UMKM Bunbun Buntaran, Kadis Perikanan Uun Junandar, Kadis PUPR Asep Rahmat, Kadis Lingkungan Hidup Ratu Tanti, Kadis Pertanian Nasir, Kadis DPMPTSP Mursidi, Kabag Hukum Adits Muntaha, serta perwakilan dari berbagai OPD penghasil lainnya. (ian/dam)









