TANGSEL | TR.CO.ID
Badan Gizi Nasional (BGN) mengklarifikasi informasi viral mengenai pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam bentuk bahan mentah di beberapa sekolah di Tangerang Selatan. Kepala BGN Dadan Hindayana menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kebijakan resmi yang mengatur pemberian MBG dalam bentuk bahan mentah selama libur sekolah.
“Belum ada kebijakan BGN seperti itu,” tegas Dadan dalam keterangan tertulis, Kamis (19/6). Ia menambahkan, pihaknya tengah menyusun petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan program MBG saat masa liburan, termasuk mempertimbangkan intensitas kehadiran siswa ke sekolah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Jika siswa masih dapat hadir, MBG akan tetap diberikan dalam bentuk makanan siap saji (fresh food) dan bekal bergizi. Sebaliknya, jika mayoritas siswa tidak hadir, maka fokus penyaluran dialihkan kepada kelompok rentan seperti ibu hamil, menyusui, dan balita.
Klarifikasi ini disampaikan setelah publik dikejutkan dengan dokumentasi di media sosial yang memperlihatkan paket MBG berisi beras, telur puyuh, ikan asin, kacang, dan buah, yang dibagikan kepada siswa di wilayah Ciputat Timur. Warganet menilai pembagian itu mirip bantuan sosial (bansos) sembako, bukan program makan bergizi.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yasmit Ciputat Timur, A. Basiro, membenarkan pembagian MBG berupa bahan mentah kepada 4.705 siswa dari 18 sekolah. Menurutnya, hal ini dilakukan karena kegiatan belajar mengajar menjelang libur menjadi tidak efektif.
“Bahan mentah diberikan agar bisa dibawa pulang dan disimpan lebih lama,” ujarnya. Ia juga menyebut sebagian menu seperti lauk pauk sudah dimasak, sementara beras saja yang masih mentah.
Basiro mengklaim pemilihan menu mengikuti standar angka kecukupan gizi dan menghindari konsumsi makanan ultra-processed. Ia juga berdalih bahwa pembagian ini dilakukan agar makanan tidak basi karena siswa tidak selalu langsung mengonsumsinya di sekolah.
Dindik Akui Tak Dilibatkan, Janji Evaluasi
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangsel, Deden Deni, menyatakan pihaknya tidak dilibatkan secara langsung dalam koordinasi pembagian MBG bahan mentah. “Kami baru tahu dari pemberitaan media,” ucap Deden.
Ia mengaku telah menghubungi SPPG dan menginstruksikan agar praktik pembagian bahan mentah tidak dilanjutkan. “Mulai besok, MBG kembali diberikan dalam bentuk makanan siap saji,” jelasnya.
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, menyayangkan pembagian MBG dalam bentuk bahan mentah. Menurutnya, program ini seharusnya menjamin makanan siap santap dengan gizi seimbang. “Kalau diberikan bahan mentah, itu bukan MBG, tapi sembako,” kritiknya.
Zainul juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap pemanfaatan MBG dan mendorong agar program ini tetap berjalan selama libur sekolah dengan mekanisme distribusi yang diperbaiki.
Kasus pembagian MBG dalam bentuk bahan mentah di Tangerang Selatan memicu perdebatan dan sorotan nasional. BGN telah menegaskan tidak pernah menginstruksikan kebijakan tersebut, dan meminta seluruh pihak untuk menunggu juknis resmi. Evaluasi mendalam terhadap pelaksanaan program di daerah menjadi krusial agar tujuan utama MBG — pemberian asupan gizi layak bagi anak — tidak melenceng dari semangat awal program.(hab)









