PANDEGLANG | TR.CO.ID
Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Pandeglang terus berupaya mengentaskan kawasan permukiman kumuh secara bertahap melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Program tersebut merupakan salah satu inisiatif utama DPKPP Pandeglang, untuk meningkatkan kualitas perumahan dan lingkungan permukiman di Kabupaten Pandeglang.
Pada tahun 2025, program BSPS yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pandeglang dialokasikan untuk 36 unit rumah. Bantuan tersebut tersebar di 10 kecamatan dan 14 desa/kelurahan di wilayah Kabupaten Pandeglang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala DPKPP Kabupaten Pandeglang, Roni, mengatakan program tersebut merupakan salah satu prioritas pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah.
“Melalui program BSPS, kami melakukan pembangunan dan rehabilitasi rumah tidak layak huni agar menjadi rumah yang layak, sehat, dan aman untuk ditempati. Pada tahun ini, BSPS direalisasikan sebanyak 36 unit,” ujar Roni.
Selain BSPS, DPKPP Pandeglang juga melakukan penataan kawasan permukiman kumuh melalui pembangunan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU), seperti pembangunan dan perbaikan jalan lingkungan di kawasan permukiman.
“Penataan kawasan kumuh dilakukan agar lingkungan menjadi lebih sehat, tertata, dan nyaman bagi masyarakat,” jelasnya.
DPKPP Pandeglang juga melaksanakan Program Pengembangan Perumahan bagi warga terdampak bencana alam. Pada tahun 2025, program tersebut direalisasikan untuk tiga unit rumah korban bencana.
“Tiga unit rumah korban bencana tersebut berada di Desa Mekarsari Kecamatan Panimbang, Kampung Petir Kelurahan Sukaratu Kecamatan Majasari, dan Kampung Cicadas Kelurahan Pandeglang Kecamatan Pandeglang. Program ini merupakan bagian dari pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM),” tambah Roni.
Sementara itu, Aip, Kepala Bidang Perumahan DPKPP Kabupaten Pandeglang, menyampaikan rasa syukur karena program pembangunan rumah melalui BSPS dan bantuan rumah korban bencana dapat berjalan sesuai rencana.
“Alhamdulillah, tahun ini pembangunan rumah melalui program BSPS dan bantuan rumah korban bencana alam sudah berjalan. Insyaallah seluruh kegiatan dapat diselesaikan dengan lancar,” katanya.
Aip menegaskan pihaknya akan terus mengoptimalkan program RTLH dan BSPS sebagai upaya berkelanjutan untuk mengurangi kawasan kumuh di Pandeglang.
“Program ini akan terus dilaksanakan setiap tahun. Harapannya, secara bertahap tidak ada lagi kawasan kumuh di Kabupaten Pandeglang,” pungkasnya. (ian/dam)









