Pria Bugar di Usia 54 Tahun Kena Stroke Mendadak: Waspada Hipertensi, Si ‘Silent Killer’

Selasa, 16 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | TRR.CO.ID

Kisah seorang pria dari Sherwood, Nottingham, Inggris, menjadi pengingat keras bahwa penampilan fisik yang prima bukanlah jaminan kesehatan yang sesungguhnya. Dikenal sebagai pria yang sangat sehat dan bugar di usia 54 tahun, ia masih aktif berlari, menjalani gaya hidup tanpa risiko—tidak merokok, tidak minum alkohol, apalagi menggunakan narkoba.

Namun, kondisi fisik yang tampak sempurna itu runtuh seketika. Tiba-tiba, ia merasakan kelemahan di sisi kiri tubuh, mati rasa, hingga kesulitan parah dalam menjaga keseimbangan, berjalan, menelan, dan berbicara. Keluarga segera membawanya ke klinik terdekat, dan hasilnya mengejutkan: tekanan darahnya melonjak drastis hingga 254/150 mmHg.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hipertensi: Pembunuh Senyap yang Mengintai

Mengomentari kasus-kasus seperti ini, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Cipondoh dr. Kiki Maharani, Sp.PD. FINASIM, menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap tekanan darah tinggi.

“Inilah mengapa hipertensi sering disebut ‘silent killer’. Banyak pasien merasa sehat, tidak merasakan gejala apa pun, juga tidak harus menunjukkan gejala pusing, namun di dalamnya terjadi kerusakan pembuluh darah secara perlahan,” ujar dr. Kiki.

Baca Juga:  Kota Tangerang Tingkatkan Penanganan Stunting, Melalui Pelatihan Pengolahan Pangan Lokal

Tekanan darah yang mencapai 254/150 mmHg berada dalam kategori krisis hipertensi, yang meningkatkan risiko pecahnya pembuluh darah di otak, yang menjadi penyebab langsung serangan stroke hemoragik.

Mengapa Hipertensi Disebut Silent Killer?

Menurut dr. Kiki Maharani, alasan utama hipertensi sangat berbahaya adalah sifatnya yang asimtomatik (tanpa gejala) pada tahap awal dan menengah.

  1. Tidak Ada Rasa Sakit: Berbeda dengan penyakit lain, tekanan darah tinggi tidak selalu menyebabkan pusing atau sakit kepala yang signifikan, terutama pada tekanan darah yang baru meningkat.
  2. Kerusakan Diam-Diam: Tekanan tinggi yang terus-menerus merusak dinding arteri di seluruh tubuh (termasuk di jantung, ginjal, dan otak). Kerusakan ini membuat pembuluh darah menjadi kaku (aterosklerosis) dan rentan pecah atau tersumbat.
  3. Terdeteksi Saat Komplikasi: Seringkali, pasien baru terdiagnosis hipertensi ketika sudah mengalami komplikasi serius, seperti stroke (kelumpuhan mendadak), gagal jantung, atau gagal ginjal, sama seperti kasus pria bugar di Nottingham tersebut.

Tindakan Pencegahan: Deteksi Dini Kunci Utama

Meskipun gaya hidup sehat sangat penting, dr. Kiki Maharani menyarankan agar setiap orang—bahkan yang merasa bugar dan aktif—melakukan langkah-langkah pencegahan utama:

Baca Juga:  HARI KANKER SEDUNIA

• Pemeriksaan Rutin (Medical Check-up): Jangan menunggu gejala muncul. Lakukan pengukuran tekanan darah secara teratur minimal setahun sekali. Jika ada riwayat keluarga, pemeriksaan harus lebih sering.

• Kenali Angka Anda: Tekanan darah normal adalah di bawah 120/80 mmHg. Angka di atas 140/90 sudah dikategorikan hipertensi.

• Gaya Hidup: Pertahankan pola makan rendah garam, batasi kafein, rutin berolahraga (seperti yang dilakukan pria Inggris tersebut), dan kelola stres dengan baik. Namun, ingat, gaya hidup sehat saja tidak selalu menjamin tekanan darah tetap normal jika ada faktor genetik yang kuat.

Kisah pria bugar di usia 54 tahun adalah alarm bagi kita semua. Kesehatan sejati ada di dalam, bukan hanya terlihat dari luar. Pemeriksaan tekanan darah rutin adalah investasi terkecil dengan dampak terbesar untuk mencegah bencana stroke atau serangan jantung mendadak.

Berita Terkait

Intan Dukung Kegiatan Olahraga Masyarakat di Tangerang
Puskesmas Turun ke Sekolah Jajanan Siswa Diperiksa
Dinkes Kota Tangerang Luncurkan “BUGAR MOVEMENT”, Dorong Budaya Hidup Sehat Pegawai
Penemuan Alat Deteksi Gizi MBG Berbasis AI
Susah Turun Berat Badan? Hindari 3 Jenis Makanan Ini Menurut Dokter Gizi!
Dinsos Lakukan Pengukuran 16 Penerima Kaki Palsu
Sukseskan Program Prioritas Nasional, Pemkot Tangerang Targetkan CKG Seluruh Pegawai
Anak Terkena Campak? Ini Panduan Perawatan di Rumah dari Dinkes Tangerang
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 14:18 WIB

Intan Dukung Kegiatan Olahraga Masyarakat di Tangerang

Jumat, 17 April 2026 - 15:03 WIB

Puskesmas Turun ke Sekolah Jajanan Siswa Diperiksa

Jumat, 17 April 2026 - 13:34 WIB

Dinkes Kota Tangerang Luncurkan “BUGAR MOVEMENT”, Dorong Budaya Hidup Sehat Pegawai

Kamis, 16 April 2026 - 18:06 WIB

Penemuan Alat Deteksi Gizi MBG Berbasis AI

Kamis, 16 April 2026 - 12:18 WIB

Susah Turun Berat Badan? Hindari 3 Jenis Makanan Ini Menurut Dokter Gizi!

Berita Terbaru