TANGSEL | TR.CO.ID
Program revitalisasi sekolah di Banten menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas sarana belajar. Program ini juga menyiapkan generasi penerus yang berkualitas.
Dimyati menyampaikan pernyataan itu setelah menghadiri Peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan Wujudkan Sekolah Aman dan Nyaman se-Tangerang Raya. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti memimpin kegiatan tersebut di SD Ruhama Labschool Uhamka, Cireundeu, Kota Tangerang Selatan, Rabu (14/1/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Dimyati, pemerintah tidak hanya memperbaiki fisik bangunan melalui program ini. Sebaliknya, pemerintah juga menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi peserta didik serta tenaga pendidik.
“Hari ini kami menyaksikan peresmian revitalisasi sarana dan prasarana sekolah. Sekolah bersama komite melaksanakan pengerjaan secara swakelola. Dengan cara ini, rasa memiliki tumbuh, sehingga kualitas hasil pekerjaan meningkat,” ujar Dimyati.
Selain itu, Dimyati menekankan bahwa keberlanjutan program revitalisasi sangat penting. Karena fasilitas memadai, guru dapat mengajar lebih optimal dan peserta didik belajar lebih baik. Dengan demikian, anak-anak tumbuh menjadi generasi sukses di masa depan.
Anggaran Revitalisasi Sekolah di Banten Capai Rp380 Miliar
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa pemerintah menyalurkan bantuan revitalisasi kepada 96 satuan pendidikan di wilayah Tangerang Raya pada tahun ini. Wilayah tersebut mencakup Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.
Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp105 miliar untuk wilayah tersebut. Anggaran ini mencakup 3 PAUD, 23 SD, 13 SMP, 30 SMA, 21 SMK, 2 SLB, dan 4 PKBM.
Secara keseluruhan, pemerintah melaksanakan revitalisasi sekolah di Banten terhadap 323 sekolah pada tahun 2025. Untuk itu, pemerintah menyiapkan total anggaran sebesar Rp380 miliar. Program tersebut meliputi 15 PAUD, 107 SD, 75 SMP, 52 SMA, 60 SMK, 8 SLB, 1 SKB, dan 5 PKBM. Dengan cakupan ini, pemerintah menargetkan peningkatan kualitas pendidikan secara merata di seluruh Banten.
Selain itu, Abdul Mu’ti menyatakan bahwa program revitalisasi termasuk dalam program hasil cepat (quick win) Presiden Prabowo Subianto. Secara nasional, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp16,9 triliun untuk 16.171 satuan pendidikan.
“Pemerintah melaksanakan program ini secara bertahap dan menargetkan penyelesaiannya pada akhir Januari 2026. Oleh karena itu, sarana dan prasarana yang memadai akan mendorong terwujudnya pembelajaran yang berkualitas,” jelasnya.
Sementara itu, Bunda PAUD sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, mengajak seluruh elemen pendidikan untuk menjaga fasilitas sekolah hasil revitalisasi. Karena itu, kolaborasi antara peserta didik, pendidik, orang tua, dan masyarakat perlu terus berjalan agar tercipta lingkungan sekolah yang ramah anak. (det/dam/hmi)









