Targetkan Ribuan Lubang Resapan, Pemkot Tangsel Luncurkan Gerakan Biopori Serentak

Selasa, 3 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGSEL | TR.CO.ID

Pemerintah Kota Tangerang Selatan mencanangkan Gerakan 1.000 Lubang Biopori per Kelurahan sebagai langkah konkret mengatasi persoalan sampah dari hulu, yakni tingkat rumah tangga.
Program ini disampaikan Wali Kota saat Safari Ramadan di Masjid Al-Ikhlas, Kecamatan Serpong Utara. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi harus dimulai dari kesadaran masyarakat.
“Target saya satu kelurahan minimal seribu lubang biopori. Kalau satu rumah bikin satu saja, dampaknya sudah luar biasa,” ujarnya, Jumat(27/02/2026).

Menurutnya, lubang biopori menjadi solusi sederhana namun efektif untuk mengurai sampah organik seperti sisa makanan, sayuran, dan kulit buah. Lubang dengan diameter sekitar 10–20 sentimeter dan kedalaman hingga satu meter itu dipasang pipa paralon berlubang agar proses penguraian berlangsung optimal.
“Sampah organik dimasukkan ke situ, nanti habis oleh proses alami di dalam tanah. Kita kembalikan ke hukum alam. Tapi plastik, kaleng, dan beling jangan dimasukkan. Itu nanti dikelola lewat bank sampah,” jelasnya.
Pemkot Tangsel, lanjutnya, juga akan mendistribusikan alat pembuat lubang biopori dan material pendukung melalui kelurahan agar gerakan ini bisa berjalan masif dan terukur.

Gerakan ini menjadi bagian dari strategi penanganan sampah pasca berbagai kendala pengelolaan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Dengan pendekatan berbasis rumah tangga, beban pengangkutan dan penumpukan sampah di tingkat kota diharapkan dapat berkurang signifikan.
Selain mengurangi sampah, lubang biopori juga bermanfaat meningkatkan daya serap air tanah dan mencegah genangan saat musim hujan.

Baca Juga:  MoU Sampah Pandeglang Tangsel Dicabut

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan sistem pengangkutan. Harus ada perubahan pola pikir. Sampah organik itu bukan dibuang, tapi dimusnahkan di rumah masing-masing,” tegasnya.

Melalui gerakan ini, Pemkot Tangsel berharap tumbuh kesadaran kolektif masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam menjaga kebersihan kota. (Wil)

Berita Terkait

Pemkot Tangerang Tegaskan Larangan Mengemis di Jalan, Warga Diminta Patuhi Perda
Perumdam TKR Perkuat Dukungan Penanganan Kebakaran TPA Jatiwaringin Melalui Penyediaan Air
Pemkot Tangerang Hibahkan Gedung Parkir Rp20,9 Miliar ke Polres Metro Tangerang Kota
Jelang HKG PKK Nasional, Masturoh Sachrudin Perkuat Sinergi dengan Ketua PKK Banten di Makassar
Kota Tangerang Naik Peringkat, Raih Juara II MTQ XXIII Banten 2026
Perumdam TKR Berikan Pemasangan Sambungan Langganan Gratis Sebagai Bentuk Kepedulian Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin
Pemkot Tangerang Perluas Akses Kerja Lewat Skema KUR PMI, Maryono: Jangan Terhambat Soal Biaya
PT Indah Kiat PULP & Paper TBK. Tangerang Mill Salurkan Bantuan 35.000 Masker Untuk Penanganan Kebakaran TPA Jatiwaringin
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:37 WIB

Pemkot Tangerang Tegaskan Larangan Mengemis di Jalan, Warga Diminta Patuhi Perda

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:17 WIB

Perumdam TKR Perkuat Dukungan Penanganan Kebakaran TPA Jatiwaringin Melalui Penyediaan Air

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:43 WIB

Pemkot Tangerang Hibahkan Gedung Parkir Rp20,9 Miliar ke Polres Metro Tangerang Kota

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:39 WIB

Jelang HKG PKK Nasional, Masturoh Sachrudin Perkuat Sinergi dengan Ketua PKK Banten di Makassar

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:25 WIB

Kota Tangerang Naik Peringkat, Raih Juara II MTQ XXIII Banten 2026

Berita Terbaru