TANGERANG | TR.CO.ID
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang berhasil menjaga stabilitas perekonomian pasca Hari Raya Idulfitri dengan menekan indeks inflasi hingga berada di angka 3,01 persen. Capaian ini menjadikan Kota Tangerang sebagai daerah dengan tingkat inflasi terendah di Provinsi Banten.
Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Tangerang, Ruta Ireng Wicaksono, menjelaskan bahwa tren penurunan inflasi tersebut merupakan hasil dari berbagai langkah pengendalian yang dilakukan pemerintah daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tangerang, inflasi pada Triwulan I 2026 tercatat mengalami fluktuasi, yakni Januari sebesar 3,52 persen, Februari 4,64 persen, dan berhasil ditekan menjadi 3,01 persen pada Maret.
“Kami berhasil menurunkan angka inflasi selepas momentum Lebaran ini setelah sebelumnya mengalami lonjakan saat Ramadan. Bulan ini menunjukkan penurunan yang positif,” ujar Ruta, Kamis (2/4/2026).
Ia menambahkan, beberapa komoditas menjadi penyumbang inflasi pada periode tersebut, di antaranya tarif listrik sebesar 1,07 persen, emas perhiasan 0,58 persen, serta transportasi antar kota dan antar provinsi (AKAP) sebesar 0,09 persen.
Selain itu, komoditas pangan yang mengalami peningkatan permintaan selama Ramadan dan Idulfitri juga turut memengaruhi inflasi, seperti bayam, daging ayam ras, dan kangkung.
Pemkot Tangerang, lanjut Ruta, terus berkomitmen menjaga tren positif tersebut dengan memastikan kelancaran distribusi bahan pokok serta memberikan stimulus ekonomi kepada masyarakat.
“Setelah Lebaran, kami langsung memastikan pasokan dan harga kebutuhan pokok tetap stabil, mengingat permintaan masih cukup tinggi,” jelasnya.
Melalui langkah-langkah tersebut, Pemkot Tangerang optimistis dapat terus menekan laju inflasi sekaligus menjaga daya beli masyarakat tetap terjaga. (Will/dam)









