TANGERANG | TR.CO.ID

Produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) asal Kota Tangerang kembali membuktikan daya saingnya di kancah internasional. Melalui brand Ratu Eceng, Ieko Damayanti sukses mengangkat kerajinan berbasis kearifan lokal hingga menembus pasar global, termasuk Los Angeles.
Berbekal kreativitas dan ketekunan, Ieko mengubah tanaman eceng gondok yang kerap dianggap gulma menjadi produk bernilai tinggi. Perjalanan Ratu Eceng dimulai dari pelatihan menganyam yang difasilitasi Dinas Disperindagkop UKM Kota Tangerang di Yogyakarta pada 2007, sebelum akhirnya resmi berdiri pada 2008.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami memulai dengan semangat mengubah persepsi terhadap eceng gondok. Kini, produk kami tidak hanya hadir di pasar lokal, tetapi juga sudah diekspor ke Los Angeles sejak 2019,” ujarnya.
Selama lebih dari 15 tahun, Ratu Eceng terus berkembang. Produk-produknya kini tersebar di berbagai kota besar seperti Bali, Batam, hingga Bandung, sekaligus merambah pasar internasional.
Ratu Eceng menawarkan beragam produk, mulai dari tas fashion, tas hampers, hingga dekorasi rumah seperti keranjang, wadah tisu, dan laundry box. Bahkan, mereka juga memproduksi furnitur seperti set sofa dengan harga mencapai Rp5 juta, sementara produk sederhana seperti tatakan piring dibanderol mulai Rp15 ribu.
Tak hanya mengandalkan eceng gondok, Ratu Eceng juga berinovasi dengan material lain seperti pandan, pelepah pisang, dan rotan guna menyesuaikan selera pasar global yang dinamis.
Dalam operasionalnya, Ratu Eceng mampu memproduksi 10 hingga 50 produk per hari, bahkan meningkat hingga 100 produk melalui kolaborasi tim untuk memenuhi pesanan dalam jumlah besar.
Kualitas produk yang terjaga membuat karya Ratu Eceng dipercaya menghiasi sejumlah hotel ternama di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, seperti Sheraton Jakarta Soekarno Hatta Airport Hotel dan Anara Airport Hotel Terminal 3.
Ieko menegaskan, pihaknya terbuka terhadap pesanan custom, baik dari segi desain, ukuran, maupun warna, demi memenuhi kebutuhan konsumen.
“Bagi masyarakat yang ingin melihat koleksi secara langsung, bisa datang ke galeri kami di Kunciran Jaya atau melalui katalog digital di Instagram,” tambahnya.
Keberhasilan Ratu Eceng menjadi bukti bahwa produk lokal berbasis kearifan tradisional mampu bersaing di pasar global, sekaligus membuka peluang besar bagi UMKM Indonesia untuk terus berkembang.(Will/dam)









