PANDEGLANG | TR.CO.ID
Sebanyak 59 Calon Guru Penggerak (CGP) telah selesai melaksanakan program pendidikan guru penggerak selama 6 bulan. Hari ini guru penggerak angkata 8 telah selesai menyelesaikan loka karyanya yang ke 7
Ali Fahmi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pandeglang berharap CGP agar kedepannya bisa memberikan perubahan pada kualitas pendidikan di Kabupaten Pandeglang-Banten.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Karena Bapak ibu adalah motor penggerak pendidikan di Pandeglang, kami harap hasil pembelajaran bapak dan ibu bisa drealisasikan dengan peningkatan mutu pendidikan,” ujar Ali Fahmi Sumanta pada saat kegiatan lokakarya 7 Panen hasil belajar program pendidikan Guru Penggerak Angkatan 8, di Pendopo Pandeglang.
Menurutnya, Guru penggerak memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah. Mereka memiliki tugas yang tidak hanya mengajar, tetapi juga memotivasi siswa untuk belajar dengan semangat dan tekun.
“Oleh karena itu selalu Guru penggerak harus memiliki sifat proaktif, kreatif, dan fleksibel dalam menghadapi tantangan dalam proses pembelajaran,” terangnya.
Kata Ali, untuk menjadi guru penggerak yang sukses, diperlukan persiapan dan pengembangan diri yang baik, seperti menjaga semangat belajar, merancang strategi pembelajaran yang efektif, meningkatkan keterampilan komunikasi, memecahkan masalah, dan meningkatkan kemampuan.
“Dengan demikian, kualitas pendidikan di sekolah dapat meningkat secara signifikan baik ditingkat sekolah Paud, SD maupun SMP,” katanya.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Hasan Bisri mengatakan, bahwa pihaknya sedang memetakan untuk guru penggerak ini setelah selesai akan di ploting untuk menjadi Kepala Sekolah.
“Hal Ini sesuai amanat dari Kemendikbud Ristek no.40 tahun 2021 tentang penugasan guru sebagai Kepala Sekolah diantaranya mempunyai sertifikat guru penggerak,” terangnya.
Sejalan dengan waktu, tambah Hasan Bisri, tentu para kepala sekolah akan menghadapi masa pensiun, hal itulah yang harus kita identifikasi untuk mencari penggantinya agar tidak kosong jabatannya.
“Kurang lebih sudah ada 28 yang kita usulkan, kami berkomitmen sejalan dengan peraturan kemendikbudristek agar para guru penggerak bisa menjadi kepala sekolah,” tuturnya
Sementara Apriana Anggraini Kasubag Umum Balai Guru Penggerak (BGP) Upt Kemendikbudristek Provinsi Banten mengatakan, para CGP yang saat ini melakukan lokakarya terakhir sudah melakukan pembelajaran selama 6 bulan dengan melakukan 7 kali lokakarya.
“Setelah ini input penilaian, ketika setelah lulus sesuai kemendikbud ristek bapak ibu bisa dicalonkan untuk jadi kepala sekolah dan pengawas. Hasil pembelajaran yang dilakukan selama 6 bulan oleh CGP tidak disiasiakan, justru yang didapat harus terus dikembangkan bahkan ada transfer knowladge kepada guru lain,” tukasnya.
Penulis : ian
Editor : dam









