Program Merdeka Belajar Berdampak Positif bagi Guru-Guru di Bali

Kamis, 14 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DENPASAR | TR.CO.ID

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui kebijakan Merdeka Belajar telah menjalankan program-program yang berdampak pada guru-guru Indonesia. Program-program Merdeka Belajar juga terbukti berdampak bagi guru-guru di Provinsi Bali yang berbagi kisah tentang capaian program Guru Penggerak, pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar, dan Pendidikan Profesi Guru (PPG). Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) pada tahun ini menjadi sarana untuk berbagi tentang capaian dan dampak Merdeka Belajar bagi guru, khususnya dalam mengusung pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan.

Saat ini dengan hadirnya Kurikulum Merdeka, guru dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Hal tersebut diakui oleh I Nengah Asrama Juta Ningrat, guru Pendidikan Agama di SMPN 1 Bangli, Kabupaten Bangli, Bali. Guru yang akrab disapa Juta itu juga aktif menggunakan Platform Merdeka Mengajar untuk meningkatkan kompetensi dan mencari ide-ide kreatif dalam pembelajaran.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi Juta, Platform Merdeka Mengajar mempermudah guru untuk mengajar sesuai dengan kemampuan murid (pembelajaran berdiferensiasi), memperoleh pelatihan, serta berbagi karya untuk saling menginspirasi sesama guru. Ia melihat Platform Merdeka Mengajar bisa menjadi sahabat belajar bagi para guru sekaligus memberikan inspirasi kepada guru-guru di seluruh Indonesia. Juta yang merupakan lulusan Guru Penggerak angkatan 3 itu kerap memanfaatkan beragam fitur yang tersedia di Platform Merdeka Mengajar dan berbagi praktik baik dalam komunitas belajar.

“Kebetulan saya juga sebagai tim penyusun Kurikulum Merdeka juga, dalam hal ini penyusun capaian pembelajaran sehingga komunitas-komunitas juga menunggu informasi dari kita baik secara daring ataupun luring. Kalau kita mengadakan daring, peserta juga sampai 200-300 peserta. Nah, di sana terlihat teman – teman tertarik dengan beberapa hal, misalnya penyusunan perangkat pembelajaran,” tuturnya di SMPN 1 Bangli, Senin (4/12/23).

Menurutnya, saat ini masih banyak guru yang terkendala dengan perangkat ajar, terutama di awal implementasi Kurikulum Merdeka karena belum mampu mengoptimalkan Platform Merdeka Mengajar. Namun setelah diberikan pendampingan dalam komunitas belajar di platform tersebut, hasilnya sangat luar biasa.

Baca Juga:  Kesbangpol Banten Gelar Lomba Cerdas Cermat

Dampak kebijakan Merdeka Belajar juga dirasakan oleh Kepala SDN 8 Peguyangan, Kota Denpasar, Ketut Gede Artayasa, yang merupakan lulusan Guru Penggerak. Ia mengatakan bahwa banyak hal yang didapatnya dari pelatihan Guru Penggerak, mulai dari dari cara guru menangani siswa, hingga mendesain metode pembelajaran yang mampu mengetahui minat dan bakat siswa.

Saat masih menyelesaikan modul terakhir dalam pelatihan Guru Penggerak, Ketut mengaku mendapatkan panggilan dan ditugaskan untuk menjadi pelaksana tugas (plt.) kepala sekolah di sebuah sekolah dasar, karena kepala sekolahnya telah pensiun telah pensiun. Tidak lama setelah itu, Ketut lalu diangkat menjadi kepala sekolah di SDN 8 Peguyangan, Denpasar Utara.
Proses pengangkatan Guru Penggerak menjadi kepala sekolah memang lebih terbuka lebar. Berdasarkan Permendikbudristek Nomor 40 Tahun 2021 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah, disebutkan bahwa salah satu syarat yang wajib dipenuhi oleh guru untuk dapat diangkat jadi kepala sekolah yaitu dimilikinya sertifikat guru penggerak. Bahkan di sejumlah daerah, waktu tunggu mereka untuk bisa diangkat menjadi kepala sekolah pun tak butuh waktu lama.

Ketut menuturkan, Pemerintah Provinsi Bali hingga terus memberikan dukungan kepada para Guru Penggerak dan mendukung terbitnya permendikbudristek tersebut. “Ditambah lagi dukungan lainnya dari pemda itu adalah guru penggerak yang diangkat menjadi kepsek dapat mengikuti tes untuk perubahan jabatan menjadi pengawas. Jadi ada juga yang baru beberapa bulan sudah ada yang lolos menjadi pengawas,” ujarnya di SDN 8 Peguyangan, Selasa (5/12/23).

Selain Platform Merdeka Mengajar dan Guru Penggerak, Kemendikbudristek juga melanjutkan program Pendidikan Profesi Guru (PPG). PPG merupakan pendidikan tinggi setelah program pendidikan sarjana yang mempersiapkan peserta didik dengan persyaratan keahlian khusus dalam menjadi guru. Program Pendidikan Profesi Guru dilaksanakan selama dua semester yang terdiri dari perkuliahan, praktik kerja lapangan, proyek kepemimpinan, dan pendampingan.

Baca Juga:  Sebagai Wujud Kepedulian Terhadap Masyarakat, Sharp Indonesia Menggelar Program Sharp Class

Ketut Sudiarsa, tenaga kependidikan di SMA Negeri Bali Mandara, Kabupaten Buleleng, Bali, adalah salah satu peserta program PPG tahun 2022. Meskipun ia merupakan sarjana pendidikan, Ketut belum pernah merasakan menjadi guru dan mengajar di dalam kelas. Selama hampir sepuluh tahun sejak kelulusannya sebagai sarjana pendidikan, Ketut menjalani pekerjaan sebagai tenaga administrasi keuangan di SMAN Bali Mandara dengan status pegawai kontrak. Namun panggilan jiwa sebagai seorang guru terus hadir dalam diri Ketut hingga ia memutuskan untuk mendaftar sebagai peserta PPG.

“Saya melihat istri saya yang seorang guru, dinamikanya sangat asyik, apalagi dia ikut program Calon Guru Penggerak dan Calon Pengajar Praktik. Saya ingin ikut merasakan dinamika guru yang sekarang,” tutur Ketut di SMAN Bali Mandara, Rabu (6/12/23).

Pada September 2022, Ketut yang merupakan lulusan sarjana pendidikan jurusan ekonomi itu dinyatakan lulus sebagai peserta PPG. Ia lalu emngikuti PPG di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksa). Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) yang pertama kali dilakukannya adalah mengajar di SMAN 1 Singaraja. Kemudian Ketut mengikuti PPL kedua di SMAN 4 Singaraja. Pengalamannya sebagai lulusan PPG itu lalu meneguhkan keyakinan Ketut untuk mengikuti seleksi Ikut seleksi Aparatur Sipil Negara Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (ASN PPPK) untuk guru di Kabupaten Buleleng.

Peringatan Hari Guru Nasional tahun 2023 mengusung tiga pesan kunci. Pertama, HGN menjadi sarana dalam mengapresiasi, semangat belajar, berbagi, dan berkolaborasi antar sesama guru. Kedua, berkaitan dengan capaian dan dampak positif. Peringatan HGN menjadi sarana untuk saling bercerita tentang capaian dan dampak Merdeka Belajar bagi guru maupun bagi peserta didik, khususnya dalam mengusung pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan. Ketiga terkait dengan keberlanjutan agar seluruh ekosistem pendidikan untuk terus bergotong royong dan saling menguatkan. Dengan demikian, belajar dan berbagi akan menjadi gerakan pendidikan bagi para guru.

Penulis : fj/mas

Editor : dam

Berita Terkait

Disdik Kota Tangerang Pastikan SPMB 2026 Siap, Seleksi Prestasi Kini Pakai TKA
Puskesmas Turun ke Sekolah Jajanan Siswa Diperiksa
Jelang TKA 20 April, SDN Daan Mogot 3 Matangkan Persiapan Teknis dan Akademik
Pra-SPMB SD di Kota Tangerang Dibuka hingga 8 Juli 2026
Untirta Jatuhkan Sanksi DO Mahasiswa Kasus Perekaman Dosen
Berikut Dokumen Wajib dan Tahapan Pelaksanaan Pra SPMB SMP Kota Tangerang 2026
KEGIATAN, SDI Al-Ikhlas Cipondoh Kota Tangerang Gelar Pentas Seni 2026
Pejabat Isi Struktur Kwarcab
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 22:57 WIB

Disdik Kota Tangerang Pastikan SPMB 2026 Siap, Seleksi Prestasi Kini Pakai TKA

Jumat, 17 April 2026 - 15:03 WIB

Puskesmas Turun ke Sekolah Jajanan Siswa Diperiksa

Jumat, 17 April 2026 - 14:37 WIB

Jelang TKA 20 April, SDN Daan Mogot 3 Matangkan Persiapan Teknis dan Akademik

Rabu, 15 April 2026 - 15:59 WIB

Pra-SPMB SD di Kota Tangerang Dibuka hingga 8 Juli 2026

Rabu, 15 April 2026 - 15:46 WIB

Untirta Jatuhkan Sanksi DO Mahasiswa Kasus Perekaman Dosen

Berita Terbaru