SERANG | TR.CO.ID
Mendekati perayaan Nataru, Provinsi Banten tengah melaksanakan serangkaian langkah strategis guna mengendalikan inflasi, terutama dalam menangani fluktuasi harga cabe yang selalu menjadi perhatian utama masyarakat.
Inisiatif panen dan tanam menjadi salah satu langkah penting pemerintah dalam menjamin ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok, terutama cabe yang memiliki peran sentral dalam kuliner Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui panen se-Banten yang melibatkan 12 hektar lahan dan tambahan 1 hektar di kawasan Baros, pemerintah menunjukkan komitmen nyata dalam menghadapi permasalahan fluktuasi harga cabe.
Tindakan ini diikuti dengan inspeksi ke Pasar Rau, di mana tercatat penurunan harga cabe, walaupun bawang masih menunjukkan ketidakstabilan harga.
Agus M Tauchid, kepala dinas pertanian dan peternakan Provinsi Banten, memberikan penekanan penting mengenai inflasi harga cabai saat ini. Beliau juga mendorong masyarakat, terutama ibu rumah tangga, untuk menanam cabai di pekarangan rumah sebagai solusi mandiri agar tidak terlalu bergantung pada kebutuhan cabai di pasar.
“Dukungan terhadap inisiatif ini adalah langkah strategis yang kami tawarkan untuk mendukung arahan dari Pak PJ Gubernur,” ungkap Agus M Tauchid, akhir pekan lalu.
Dengan populasi Provinsi Banten yang mencapai 12.251.985 jiwa, pendekatan ini diharapkan menjadi solusi konkret dalam menanggulangi keterbatasan stok cabai dan bawang, memastikan Banten terbebas dari inflasi.
Dalam menghitung kebutuhan konsumsi per kapita, ditemukan bahwa kebutuhan konsumsi cabai besar per kapita/tahun adalah 3,74 Kg, cabai rawit 2,34 Kg, dan bawang merah 1,92 Kg. Namun, produksi cabai dan bawang merah di Provinsi Banten masih terbatas karena luasan areal budidaya yang sejalan dengan kemampuan modal petani.
Meski program dan kegiatan pengembangan kawasan telah didukung melalui APBN dan ABPD, dukungan ini masih terbatas, rata-rata hanya mencapai 9% hingga 15% dari target luas tanam/panen. Oleh karena itu, langkah-langkah lebih lanjut diperlukan guna meningkatkan produksi dan ketersediaan cabe serta bawang merah di Provinsi Banten.
Menjelang perayaan Nataru, pemerintah Provinsi Banten memberikan jaminan bahwa stok bahan pokok, terutama cabe dan bawang, akan cukup tersedia. Hal ini memberikan kepastian kepada masyarakat dalam merayakan momen berharga ini tanpa perlu khawatir akan ketersediaan bahan pokok yang dibutuhkan.
Penulis : hed
Editor : dam









