TANGERANG | TR.CO.ID
Mewujudkan lingkungan bersih membutuhkan kreativitas. Kreativitas adalah potensi yang dimiliki untuk menciptakan atau mengembangkan ide-ide baru dalam menghadapi suatu masalah.
Di zaman milenial dituntut untuk menjadi manusia yang kreatif. begitu juga dalam mewujudkan lingkungan yang bersih seperti dilingkungan kelurahan itu sendiri sehingga apabila ada masyarakat datang maka kantor kelurahan terlihat asri serta bersih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal ini disampaikan langsung oleh Ardi Irawan Lurah Pasir Jaya didampingi Sekretaris Lurah serta staf. Dikatakannya, mewujudkan daerah lingkungan bersih memang cukup sulit jika tidak dilakukan bersama-sama. Salah satu cara untuk mewujudkannya yaitu dengan meminta secara sukarela kepada semua pihak staf kelurahan dan dibantu masyarakat untuk menjalankannya.
“Semua itu dapat dipicu dengan adanya kompetisi rumah sehat seperti, yang kita lakukan di lingkungan kelurahan yakni dengan adanya Taman Toga PKK dan ada beberapa kegiatan inovatif yang selalu kami lakukan seperti 10 indikator PHBS berupa persalinan dibantu tenaga kesehatan, memberikan Asi ekslusif selama enam bulan, berat badan anak timbang secara berkala, menggunakan air bersih, cuci tangan pakai sabun, menggunakan jamban yang sehat, membasmi jentik nyamuk, makan sayuran dan buah, beraktivitas secara reguler setiap hari dan tidak merokok didalam rumah,” terangnya.
Dikatakannya, hal ini bertujuan agar permasalahan terkait lingkungan tetap bisa sehat dan bersih maka. Ke depan agar masyarakat terus melakukan terkait penghijauan di lingkungan masing-masing juga manfaatkan lahan yang kosong.
“Bahkan ke depan saya berharap dimusim penghujan ini semua masyarakat harus lebih waspada. Terutama terkait masalah sampah agar tidak membuang di sembarang tempat, terutama saluran harus bersih dari sampah agar air bisa berjalan dengan lancar,” terangnya.
Lanjut Lurah, pengelolaan sampah bisa juga dilakukan dengan cara dimusnahkan. Akan tetapi, jika sampah dapat diubah menjadi barang yang bernilai, mengapa tidak dilakukan sehingga mengubah sampah padat menjadi barang bernilai tidak sulit.
“Dibutuhkan ketekunan dan kesabaran. dengan mengajak masyarakat untuk mengelola sampah. Semua ini mampu membantu masyarakat untuk ketersedian lapangan kerja,” tandasnya.
Penulis : fj
Editor : dam









