BANTEN | TR.CO.ID
PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (“Bank Banten”) memasuki episode baru dalam perjalanan sejarahnya untuk menjadi bank kebanggaan yang mampu berkontribusi positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan seluruh stakeholders. Memasuki kuartal IV tahun 2023, Bank Banten mulai memancarkan sinar cerah penuh optimisme, seiring dengan keberhasilan Bank Banten untuk memperbaiki kinerja bisnis dan menghasilkan laba usaha. Sesuatu pencapaian yang selama bertahun-tahun dianggap tidak mungkin terjadi di Bank Banten.
Sejak mulai beroperasi di pertengahan tahun 2016, Bank Banten telah menunjukkan kinerja keuangan yang kurang menggembirakan karena terus mengalami kerugian hingga akhir tahun 2022. Di tengah pesimisme dari banyak pihak, sejak bulan Oktober 2023, untuk pertama kalinya dalam sejarah, Bank Banten telah berhasil menorehkan prestasi positif dengan pencapaian laba bersih sebesar Rp 5,42 miliar, yang meningkat hampir dua kali lipatnya di bulan November 2023, dengan capaian laba bersih sebesar Rp 9,5 miliar. Di akhir Desember 2023, Bank Banten diproyeksikan akan memperoleh laba bersih lebih besar dari pencapaian di bulan Nopember 2023. Prestasi ini telah membangkitkan kepercayaan dan keyakinan seluruh pihak terhadap masa depan Bank Banten seperti yang diharapkan selama ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Perbaikan kinerja termasuk pencapaian laba usaha mulai bulan Oktober 2023 tersebut, patut diberikan acungan dua jempol, mengingat pada tahun-tahun sebelumnya Bank Banten terus menerus mengalami kerugian. Di posisi akhir Desember 2022, Bank Banten mengalami kerugian sebesar Rp 239,3 miliar, setelah tahun sebelumnya mencatatkan kerugian di akhir Desember 2021 sebesar Rp 263,9 miliar dengan kerugian terbesar sempat tercatat di akhir tahun 2020 yaitu sebesar Rp 308,1 miliar.
Dengan mengimplementasikan 4 (empat) Strategi Utama, yaitu: Penguatan Permodalan, Perbaikan Tata Kelola, Peningkatan Bisnis dan Pengembangan Sumber Daya Manusia & infrastruktur Teknologi Informasi, Manajemen Bank Banten yang lahir dari hasil.
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) Bank Banten, tanggal 2 Desember 2022 dan tanggal 25 Januari 2023, dalam waktu yang belum terlampau lama, telah berhasil melakukan perbaikan di bidang bisnis, operasional dan jasa layanan perbankan lainnya, dengan beberapa capaian penting yang merupakan prestasi dari Bank Banten sampai dengan kuartal IV tahun 2023, antara lain, Keberhasilan menghasilkan laba bersih senilai Rp 9,5 miliar di bulan November 2023. Dalam rentang waktu kurang dari satu tahun, Manajemen Bank Banten dan seluruh banteners telah menunjukkan hasil kerja yang cukup memuaskan karena di bulan Nopember 2022, Bank Banten masih mengalami kerugian sebesar Rp 136,5 miliar. Secara Year on Year, terdapat perbaikan kinerja laba sebesar Rp 146,05 miliar. Pencapaian ini telah menjawab keraguan sementara orang terhadap masa depan dan kelangsungan usaha Bank Banten.
Selanjutnya Pendapatan bunga bersih meningkat sebesar 22,0% dari yang semula hanya senilai Rp 148,7 miliar di bulan November 2022 melesat menjadi Rp 185,3 miliar di bulan November 2023. Pada periode yang sama, Bank Banten berhasil menekan biaya bunga sebesar 17,9% yaitu dari yang semula sebesar Rp 268,5 miliar (posisi November 2022) menjadi hanya sebesar Rp 224,5 miliar (posisi November 2023).
Kemudian Perbaikan dalam pengelolaan keseimbangan antara pendapatan bunga dengan beban bunga secara otomatis memperbaiki rasio Net Interest Margin (NIM). Dengan membaiknya pengelolaan pendapatan bunga dan biaya bunga, maka terjadi perbaikan rasio NIM dari posisi bulan November 2022 sebesar 2,58% dan kemudian di bulan November 2023 membaik menjadi 4,05%.
Di sisi lain, dengan terdapatnya pencapaian laba di bulan November 2023 tersebut, telah berakibat membaiknya rasio Return On Assets (ROA) dan Return On Equity (ROE). Rasio ROA meningkat dari bulan November 2022 yang masih negatif -2,30% kemudian di November 2023 telah menjadi positif sebesar 0,79%. Adapun untuk rasio ROE, terdapat peningkatan dari bulan November 2022 nilai ROE masih negatif -10,61% kemudian di November 2023 rasio ROE telah menjadi positif sebesar 0,84%.
Terkait dengan fungsi intermediasi bank, terdapat peningkatan jumlah Kredit Yang Diberikan (KYD) sebesar Rp 35,6 miliar. Berdasarkan catatan, nilai kredit yang diberikan di November 2022 adalah Rp 3,659 triliun yang kemudian secara gradual meningkat menjadi Rp 3,694 triliun di bulan November 2023. Pertumbuhan bisnis .
Di sisi lain, dengan terdapatnya pencapaian laba di bulan November 2023 tersebut, telah berakibat membaiknya rasio Return On Assets (ROA) dan Return On Equity (ROE). Rasio ROA meningkat dari bulan November 2022 yang masih negatif -2,30% kemudian di November 2023 telah menjadi positif sebesar 0,79%. Adapun untuk rasio ROE, terdapat peningkatan dari bulan November 2022 nilai ROE masih negatif -10,61% kemudian di November 2023 rasio ROE telah menjadi positif sebesar 0,84%.
Terkait dengan fungsi intermediasi bank, terdapat peningkatan jumlah Kredit Yang Diberikan (KYD) sebesar Rp 35,6 miliar. Berdasarkan catatan, nilai kredit yang diberikan di November 2022 adalah Rp 3,659 triliun yang kemudian secara gradual meningkat menjadi Rp 3,694 triliun di bulan November 2023. Pertumbuhan bisnis Bank Banten termasuk peningkatan penyaluran kredit akan terus diprioritaskan namun tetap memperhatikan aspek kehati-hatian (prudential banking).
Bank Banten juga telah berhasil melakukan berbagai upaya perbaikan aktivitas operasional dan efisiensi biaya. Hal ini tercermin dari perbaikan rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) yang jauh menurun dari 124,9% (posisi November 2022) menjadi 93,6% (posisi November 2023). Perbaikan rasio BOPO mencerminkan semakin membaiknya Bank dalam mengelola dan melakukan berbagai efisiensi biaya-biaya dalam aktivitas operasionalnya. Bank Banten telah berhasil mencapai rasio BOPO ideal di bulan November 2023 yaitu 93,6% (kondisi ideal rasio BOPO adalah < 100%).
Rasio Non Performing Loan (NPL) juga semakin membaik. Rasio Gross NPL bulan November 2023 sebesar 9,36% atau menurun sebesar 0,26% dibandingkan rasio Gross NPL di bulan November 2022 yang tercatat sebesar 9,62%. Di akhir tahun 2023, rasio Gross NPL Bank Banten diproyeksikan akan jauh semakin membaik. Strategi penyelamatan dan penyelesaian kredit bermasalah dalam
dibandingkan dengan rasio minimum yang diwajibkan oleh Regulator.
Perbaikan kinerja bisnis dan operasional yang dicapai Bank Banten sampai dengan kuartal IV tahun 2023, bukan pekerjaan sederhana dan mudah dicapai semudah mengucapkan sim salabim, abrakadabra. Niat yang tulus, komitmen yang kuat dan semangat kerja keras dari Dewan Komisaris, Direksi dan seluruh komponen Bank Banten ditambah dengan support yang terus menerus dari Gubernur Banten selaku Ultimate Shareholder serta loyalitas dan kecintaan dari seluruh stakeholder, secara bersama-sama bahu membahu telah berhasil mewujudkan sebagian mimpi dan harapan dari masyarakat Banten untuk mempunyai bank kebanggaan yang dapat membantu mengakselerasi peningkatan kesejahteraan seluruh Masyarakat di seluruh Provinsi Banten. Tidak ketinggalan, peran penting pengawasan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai Regulator, yang sangat menentukan keberhasilan perbaikan kinerja Bank Banten.
Tidak seperti Bank Pembangunan Daerah (BPD) pada umumnya, yang serta merta mengelola seluruh Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) dari Provinsi dan seluruh Kabupaten/Kota di dalam wilayah Provinsi, Bank Banten hingga saat ini baru mengelola 1 (satu) RKUD yaitu milik Pemerintah Provinsi Banten saja.
Peran aktif dan kepercayaan seluruh 8 (delapan) Pemerintah Kabupaten/Kota se Provinsi Banten untuk bersama-sama Bank Banten mengelola seluruh potensi bisnis di wilayahnya (termasuk pengelolaan RKUD) akan membuat Bank Banten lari semakin kencang dan menghasilkan laba usaha yang semakin berlipat. Pengelolaan RKUD bagi BPD akan sangat berkontribusi terhadap keberlangsungan usaha (business sustainability) dan peningkatan kinerja BPD tersebut termasuk dalam memperkuat aktivitas bisnis dan operasional perbankan, efektivitas untuk menjalankan fungsi intermediasi dan peningkatan peran BPD sebagai agent of development di wilayah kerja usahanya. Juga, kontribusi BPD dalam pemanfaatan laba dan deviden yang diperolehnya, untuk dikembalikan kepada Pemerintah Daerah guna membantu percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyakarat setempat.
Selain memperbaiki kinerja keuangan, bisnis dan operasional, Manajemen Bank Banten bersama-sama dengan Pemerintah Provinsi Banten, terus melanjutkan upaya untuk menjadikan Bank Banten sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), agar sejajar dengan BPD lainnya di seluruh Indonesia. Harapan yang sangat besar dari seluruh stakeholder, agar upaya tersebut dapat direalisasikan dalam waktu yang tidak terlampau lama.
Berbagai upaya pembenahan tata kelola dan kinerja yang dilakukan segenap insan Bank Banten, sekecil apapun perbaikan yang berhasil diraih, termasuk keberhasilan untuk meraih laba di tengah berbagai kendala dan tantangan yang dihadapi, patut menjadi catatan positif dan tinta emas bagi sejarah perjalanan Bank Banten, dalam memperkuat dan menjaga kelangsungan usaha untuk berkontribusi maksimal kepada kesejahteraan seluruh stakeholders.
Rasanya, tidak ada alasan lagi bagi seluruh masyarakat termasuk Pemerintah Kabupaten/Kota se provinsi Banten untuk tidak berperan aktif dalam menumbuhkembangkan Bank Banten dengan menyerahkan pengelolaan RKUD dan mempercayakan seluruh transaksi perbankannya kepada Bank Banten.
Rasa memiliki dan kepercayaan yang tinggi dari seluruh Pemangku Kepentingan, akan sangat menentukan lajunya bahtera Bank Banten menuju Pelabuhan Kejayaan yang dicita-citakan bersama. Bank Banten.
Bank Banten kini terus mengakselerasi berbagai langkah-langkah strategis untuk mendorong performa bisnis perseroan seiiring dengan upaya perseroan dalam meningkatkan pelayanan di Kabupaten/Kota di Provinsi Banten. Harapannya Bank Banten dapat menjadi katalisator kebangkitan perekonomian di Provinsi Banten.
Penulis : adv









