Budaya Kampung Sebabkan Maraknya Pernikahan Dini

Jumat, 14 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LEBAK | TR.CO.ID

Perkawinan anak bagaikan fenomena gunung es di Kabupaten Lebak. Hal tersebut dikarenakan budaya masyarakat di wilayah perkampungan masih menerapkan pernikahan usia dini sebagai solusi bagi masa depan anaknya.

Seperti yang dipaparkan oleh Kepala Bidang Perlindungan Anak di DP3AP2KB Lebak, Lela Nurlela Hasani, kepada wartawan diruang kerjanya. Menurutnya, budaya perkawinan anak dibawah umur masih sulit ditangani jika kesadaran dari masyarakat masih belum memahami dampak berbahaya bagi masa depan anak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pernikahan anak ini susah diatasi karena memang kultur masyarakat yang masih saja menganggap bahwa solusi menentukan masa depan anak adalah pernikahan,” kata Lela, Kamis (13/6/2024).

Baca Juga:  Sosialiasi Pengelolaan Website dan Layanan Digital Desa

Ia menjelaskan, dampak yang sangat berbahaya bagi anak yang menikah dibawah umur bukan hanya soal fisik saja. Namun juga terhadap psikologis dan ekonomi yang berimbas kepada perceraian.

“Sangat beresiko besar pernikahan anak dibawah umur terhadap keberlanjutan masa depannya. Pasti mental yang utama terpengaruh, belum lagi ekonomi yang nantinya berujung pada perceraian,” jelasnya.

Ia menjelaskan, pihaknya senantiasa melakukan sosialisasi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat agar memahami bahwa pernikahan selayaknya dilakukan pada saat usia anak sudah layak dan siap untuk menikah. Selain itu, kesiapan mental, pengetahuan dan finansial harus terus diperhatikan untuk meminimalisir terjadinya perceraian.

Baca Juga:  Motif Karyawan Bunuh Rekan Kerja di Pasar Kemis Terungkap Polisi

“Bagusnya sih masyarakat mengikuti aturan bahwa perkawinan itu dilaksanakan ketika usia anak sudah lebih dari 19 tahun,” tandasnya.

Hal senada disampaikan oleh JFT Bidang PA, Nina Septiana. Ia mengatakan, orang tua jangan melemparkan tanggungjawab pemenuhan hak anak dengan memfasilitasi pernikahan anak dibawah umur. Menurutnya, alasan apapun diluar insiden tertentu tidak dibenarkan untuk dilaksanakannya pernikahan dini.

“Karenanya kita harus memastikan anak yang melakukan perkawinan masih dapat terpenuhi haknya dan mendapatkan pendampingan untuk memperkecil terjadinya dampak negatif perkawinan anak,” tandasnya. (Eem/jat/TR)

Berita Terkait

Bocah Tenggelam di Kali Pondok Jaya Ditemukan
Kejari dan RSUD Pakuhaji Operasi Mata Katarak Gratis
Warga Diminta Waspadai Penyakit Tidak Menular
Empat Balon Pilkada Lebak Diberi Tugas Oleh PPP
Workshop IKM bagi Kepsek dan Guru SD di Jawilan
Pj Walikota Sidak Pasar Induk Jatiuwung, Cek Harga dan Pasokan Pangan
Guyon Waton Bakal Guncang Kota Tangerang, Acara Digifest Vol 2
Arief Borong Beras Petani untuk Warga Pakuhaji
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juli 2024 - 12:25 WIB

Bocah Tenggelam di Kali Pondok Jaya Ditemukan

Senin, 15 Juli 2024 - 12:23 WIB

Kejari dan RSUD Pakuhaji Operasi Mata Katarak Gratis

Senin, 15 Juli 2024 - 11:22 WIB

Empat Balon Pilkada Lebak Diberi Tugas Oleh PPP

Senin, 15 Juli 2024 - 10:57 WIB

Workshop IKM bagi Kepsek dan Guru SD di Jawilan

Senin, 15 Juli 2024 - 10:51 WIB

Pj Walikota Sidak Pasar Induk Jatiuwung, Cek Harga dan Pasokan Pangan

Berita Terbaru

Selebritis

Nagita Slavina Pelihara Banyak Kucing

Senin, 15 Jul 2024 - 12:27 WIB

Daerah

Bocah Tenggelam di Kali Pondok Jaya Ditemukan

Senin, 15 Jul 2024 - 12:25 WIB

Daerah

Kejari dan RSUD Pakuhaji Operasi Mata Katarak Gratis

Senin, 15 Jul 2024 - 12:23 WIB

Hukum & Kriminal

Bandar Judi Online Tiga Bulan Raup 200 Miliar

Senin, 15 Jul 2024 - 11:31 WIB