TANGSEL | TR.CO.ID
Daya beli masyarakat di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menunjukkan tren positif meskipun menghadapi tantangan inflasi dan kenaikan harga kebutuhan pokok.
Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Tangsel, Ucok Siagian, menyatakan bahwa meskipun inflasi tahunan mencapai 2,15 persen, ekonomi lokal tetap bergerak dinamis, didorong oleh sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta langkah strategis dari pemerintah daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kondisi daya beli masyarakat di Tangerang Selatan saat ini menunjukkan tren positif, meski dipengaruhi oleh dinamika inflasi dan harga barang kebutuhan pokok,” ujar Ucok dikutip Kamis (17/10/2024).
Ucok menambahkan bahwa daya beli masyarakat di Tangsel tetap kuat, berkat kontribusi sektor UMKM yang semakin berkembang dan inisiatif pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi. “UMKM berperan penting dalam menggerakkan roda ekonomi lokal melalui program pendampingan, pelatihan, serta akses pembiayaan yang diberikan Pemkot Tangsel,” jelasnya.
Faktor-faktor lain yang memengaruhi daya beli masyarakat meliputi inflasi yang relatif terkendali, peran sektor perdagangan dan jasa yang kuat, serta pertumbuhan pesat sektor UMKM. Perkembangan infrastruktur dan digitalisasi ekonomi juga menjadi pendorong utama yang membantu menggerakkan aktivitas ekonomi di daerah.
Namun, meskipun inflasi di Tangsel cenderung stabil, beberapa komoditas pokok seperti beras dan daging masih menjadi perhatian utama pemerintah, terutama menjelang akhir tahun. Untuk meredam gejolak harga bahan pokok dan menjaga daya beli masyarakat, Pemkot Tangsel telah melaksanakan berbagai upaya, termasuk menggelar bazar murah dan memperkuat digitalisasi layanan publik.
“Digitalisasi layanan publik dan perdagangan juga diperkuat untuk meningkatkan efisiensi dan akses masyarakat terhadap produk yang lebih terjangkau,” tambah Ucok.
Pemkot Tangsel juga berkomitmen untuk memperkuat peran UMKM dalam rantai pasok lokal maupun nasional dengan menerapkan strategi khusus, seperti promosi digital, pelatihan, dan akses pembiayaan melalui kolaborasi dengan sektor swasta.
“Dengan strategi ini, UMKM diharapkan dapat terus bertahan dan membantu menjaga daya beli masyarakat,” pungkasnya.
Melalui upaya kolaboratif ini, Tangerang Selatan diharapkan mampu mempertahankan kestabilan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meskipun tantangan inflasi dan harga kebutuhan pokok terus dihadapi. (dam/ris)









