TANGERANG | TR.CO.ID
Suasana antusias mewarnai kegiatan Sosialisasi Sistem Penyediaan Air Minum Perpipaan yang digelar Perumda Tirta Benteng di aula Kelurahan Jatiuwung, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang Rabu (23/7/2025).
Earga yang terdiri dari para Ketua RW 01 hingga RW 06, perwakilan RT, LPM, Karang Taruna hingga tokoh masyarakat tampak serius mengikuti penjelasan dari jajaran manajemen PDAM.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu alasan kuat di balik antusiasme ini adalah kabar baik bahwa wilayah Kelurahan Jatiuwung akan segera dialiri air bersih dari jaringan perpipaan PDAM Tirta Benteng, setelah sekian lama mengandalkan air tanah yang kualitasnya kerap bermasalah, terutama di musim kemarau.
Kepala Seksi Tata Pemerintahan (Tapem) Kelurahan Jatiuwung, Kailani, menyebut momen ini sebagai harapan lama yang mulai menampakkan titik terang.
“Ini hari yang memang kita tunggu. Ketergantungan masyarakat terhadap air bersih sangat tinggi. Jatiuwung bukan hanya kawasan permukiman, tapi juga dikelilingi pabrik dan industri, sehingga ketersediaan air bersih sering tidak stabil,” ujar Kailani.
Ia menambahkan, sebelumnya warga sempat skeptis ketika beredar informasi bahwa akan ada investasi asing untuk suplai air, namun tidak terealisasi. Kini, kehadiran langsung dari jajaran PDAM menjadi penanda komitmen nyata.
“Warga sangat berharap distribusi air dari PDAM bisa benar-benar hadir dan memenuhi kebutuhan dasar di lingkungan kami,” tegasnya.
Direktur Umum Perumda Tirta Benteng, Tomi, memastikan bahwa Jatiuwung termasuk dalam pengembangan jaringan, bersama Kecamatan Periuk, Karawaci, dan Cibodas. Pemasangan pipa direncanakan akan berlangsung mulai tahun ini hingga 2030.
“Kami prioritaskan dulu untuk Jatiuwung, Periuk, dan Karawaci. Proses pemasangan pipa akan dimulai tahun ini. Kami mohon dukungan warga karena di masa konstruksi mungkin ada gangguan sementara, tapi manfaatnya jangka panjang: air bersih langsung ke rumah,” jelas Tomi.
Tomi juga menegaskan bahwa setiap jalan yang rusak akibat proses galian pipa akan diperbaiki kembali seperti semula, sebagai bentuk tanggung jawab PDAM terhadap fasilitas umum.
“Kami pastikan jalan-jalan yang terkena galian akan dikembalikan seperti semula. Itu komitmen kami, agar pelayanan air bersih ini tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Nurhadi, Ketua RW 04 Kelurahan Jatiuwung, mewakili suara warga menyampaikan rasa gembira atas program tersebut.
“Warga kami sangat senang banget pastinya. Sudah lama kita kepengen air bersih dari PDAM. Air tanah yang kami pake sekarang kadang butek, kadang asin. Jadi begitu tahu pipa PDAM akan masuk, kita langsung semangat,” ungkap Nurhadi.(cenks)









