
Tangerangraya.id | TANGERANG
Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) terus menekan angka pengangguran dengan meningkatkan kompetensi tenaga kerja dan membuka akses kerja ke luar negeri. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui pelepasan peserta pelatihan bahasa dan budaya Jepang serta program pemagangan ke Jepang.
Kegiatan ini berlangsung di Aula Disnaker Kabupaten Tangerang dan menjadi hasil kerja sama antara Disnaker dengan Yayasan Dewa Aksara Nusantara (ISO Jepang). Kolaborasi ini bertujuan menyiapkan tenaga kerja lokal agar memiliki daya saing global sekaligus memahami budaya kerja di Jepang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Disnaker Kabupaten Tangerang, Rudi Lesmana, menegaskan bahwa peluang kerja di luar negeri, khususnya Jepang, masih terbuka luas. Karena itu, masyarakat perlu memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal.
“Peluang kerja di dalam negeri memang terbatas. Namun, peluang di luar negeri sangat terbuka, salah satunya di Jepang,” ujar Rudi.
Dalam kegiatan tersebut, Disnaker melepas 26 peserta pelatihan bahasa Jepang. Selain itu, Disnaker juga memberangkatkan dua peserta program pemagangan ke Jepang secara simbolis.
Peluang Kerja ke Jepang Terus Dibuka
Rudi menjelaskan, hingga saat ini sebanyak 48 tenaga kerja asal Kabupaten Tangerang telah bekerja di Jepang. Sementara itu, 14 peserta lainnya sudah lolos seleksi, mendapatkan perusahaan penempatan, dan kini menunggu proses keberangkatan.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa program pelatihan dan pemagangan berjalan efektif dalam membuka peluang kerja internasional bagi masyarakat.
Selain itu, program ini tidak hanya berfokus pada penempatan kerja, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan bahasa, budaya, dan etika kerja yang dibutuhkan di negara tujuan.
Peserta Diminta Disiplin dan Serius
Rudi mengingatkan seluruh peserta agar memanfaatkan kesempatan ini dengan sungguh-sungguh. Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan, meningkatkan disiplin, serta memperkuat mental dan spiritual selama menjalani pelatihan.
“Jaga kesehatan, disiplin, dan terus belajar. Gunakan waktu sebaik mungkin agar cepat lulus dan mendapat penempatan kerja,” tegasnya.
Ia juga menargetkan peserta dapat menyelesaikan pelatihan dalam waktu maksimal tiga bulan dan segera ditempatkan di perusahaan di Jepang.
Melalui program ini, Pemkab Tangerang berharap mampu menciptakan tenaga kerja yang kompeten, profesional, dan siap bersaing di pasar global. Selain itu, program ini diharapkan dapat menjadi solusi konkret dalam menekan angka pengangguran di daerah. (dam)



