Dokter Spesialis Siap Ditempatkan Hingga Pelosok Banten

Kamis, 23 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SERANG | TR.CO.ID

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat upaya peningkatan sumber daya manusia di bidang kesehatan, khususnya pemerataan tenaga dokter spesialis di seluruh wilayah, termasuk wilayah selatan Banten. Langkah strategis ini dilakukan dengan menggandeng Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Banten sebagai mitra dalam mencetak sekaligus mendistribusikan dokter spesialis ke berbagai daerah.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti, dalam acara Pelantikan Pengurus IDI Wilayah Banten Masa Bakti 2025–2028 di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Rabu (22/10/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Ati, langkah ini merupakan bagian dari implementasi program prioritas Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Gubernur Achmad Dimyati Natakusumah, yaitu Faskin Kita. Salah satu fokus utamanya adalah peningkatan kapasitas, jumlah, dan sebaran tenaga dokter, terutama dokter spesialis.

“Kami sedang menyiapkan dua mekanisme untuk mencetak dokter spesialis, yakni melalui jalur universitas dan jalur hospital-based study. Saat ini lima fakultas kedokteran di Banten sedang berbenah untuk membuka Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS),” ungkap Ati.

Baca Juga:  Dindikbud Selesai Monev Realisasi BOSP 2023 UPT SDN Gambar

Ia menjelaskan, sistem hospital-based study memungkinkan dokter umum yang bekerja di rumah sakit untuk menempuh pendidikan spesialisasi sambil tetap bekerja. Salah satu rumah sakit yang disiapkan adalah RSUD Kabupaten Tangerang, yang akan menjadi tempat pendidikan dokter spesialis anak.

“Setiap rumah sakit akan memiliki fokus bidang spesialis yang berbeda, dan diharapkan program ini dapat berjalan pada tahun 2026,” tambahnya.

Selain jalur rumah sakit, Pemprov juga mendorong universitas seperti Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) untuk membuka program pendidikan dokter spesialis pada tahun 2026–2027.

Langkah tersebut disertai dengan pemetaan kebutuhan dokter di wilayah selatan, seperti Pandeglang dan Lebak. “Kami sudah menginventarisasi kebutuhan tenaga dokter di wilayah selatan. Dengan dukungan IDI, kita bisa mewujudkan Banten Sehat melalui pemerataan tenaga medis,” ujar Ati.

Baca Juga:  Penyerahan Hasil Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Jalan Ruas Tonjong – Banten Lama.

Sementara itu, Ketua IDI Wilayah Banten terpilih masa bakti 2025–2028, dr. Moch. Rifky, menyatakan kesiapan IDI untuk berkolaborasi dengan Pemprov Banten.

“Ada sekitar 13 ribu dokter di Banten. Kami siap bekerja sama memastikan pemerataan layanan, agar tidak hanya terpusat di Tangerang,” jelasnya.

Rifky menambahkan, IDI Banten yang membawahi 34 perhimpunan dokter spesialis akan membantu pemerintah mengisi kekurangan dokter di daerah dan mendorong fakultas kedokteran Banten agar mampu menghasilkan dokter spesialis sendiri.

“Jika Banten mampu memproduksi dokter spesialis sendiri, maka penempatan sesuai kebutuhan daerah akan lebih mudah,” katanya.

Melalui kolaborasi ini, Pemprov Banten optimistis kualitas layanan kesehatan masyarakat akan meningkat secara merata di seluruh wilayah. (dam/hmi)

Berita Terkait

Pengusutan Dugaan Korupsi, Kejati Banten Geledah PT ABM
Puskesmas Turun ke Sekolah Jajanan Siswa Diperiksa
Dinkes Kota Tangerang Luncurkan “BUGAR MOVEMENT”, Dorong Budaya Hidup Sehat Pegawai
Penemuan Alat Deteksi Gizi MBG Berbasis AI
Susah Turun Berat Badan? Hindari 3 Jenis Makanan Ini Menurut Dokter Gizi!
Dinsos Lakukan Pengukuran 16 Penerima Kaki Palsu
PENGELOLAAN KEUANGAN, Belanja Daerah Wajib Selaras Asta Cita
Sukseskan Program Prioritas Nasional, Pemkot Tangerang Targetkan CKG Seluruh Pegawai
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 15:14 WIB

Pengusutan Dugaan Korupsi, Kejati Banten Geledah PT ABM

Jumat, 17 April 2026 - 15:03 WIB

Puskesmas Turun ke Sekolah Jajanan Siswa Diperiksa

Jumat, 17 April 2026 - 13:34 WIB

Dinkes Kota Tangerang Luncurkan “BUGAR MOVEMENT”, Dorong Budaya Hidup Sehat Pegawai

Kamis, 16 April 2026 - 18:06 WIB

Penemuan Alat Deteksi Gizi MBG Berbasis AI

Kamis, 16 April 2026 - 12:18 WIB

Susah Turun Berat Badan? Hindari 3 Jenis Makanan Ini Menurut Dokter Gizi!

Berita Terbaru