TANGERANG | TR.CO.ID
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menerima kunjungan kerja dari DPRD Kalimantan Tengah di Masjid Jami Kali Pasir, Kota Tangerang, pada Rabu (12/2). Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari pengelolaan dan pelestarian cagar budaya yang dilakukan oleh Pemkot Tangerang.
Wakil Ketua DPRD Kalimantan Tengah, Muhammad Asnyari, menyampaikan bahwa Kota Tangerang merupakan salah satu daerah yang menarik untuk dipelajari dalam aspek cagar budaya. Menurutnya, sebagai kota penyangga ibu kota, Kota Tangerang tetap mampu menjaga dan melestarikan berbagai peninggalan sejarah yang ada.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dalam diskusi tadi, kami mengetahui bahwa Disbudpar Kota Tangerang bahkan membayar tim ahli khusus untuk mendalami dan mempelajari kebudayaan yang ada. Ini menunjukkan keseriusan Pemkot Tangerang dalam menjaga cagar budaya,” ujar Asnyari.
Ia juga mengungkapkan apresiasinya terhadap pengelolaan kebudayaan di Kota Tangerang dan berharap hal-hal positif yang dipelajari dapat diterapkan di Kalimantan Tengah. “Senang bisa berkunjung dan berdiskusi banyak tentang kebudayaan di Kota Tangerang ini. Rasanya, hal-hal positif di sini harus segera diduplikasi oleh Pemerintah Kalimantan Tengah,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Budaya Disbudpar Kota Tangerang, Sumangku, menyatakan bahwa selain menerima kunjungan dari DPRD Kalimantan Tengah, pihaknya juga mendapatkan kunjungan dari Provinsi Banten serta SMPN 10 Kota Tangerang untuk belajar dan berdiskusi terkait pengelolaan cagar budaya.
“DPRD Kalimantan Tengah juga melakukan diskusi mengenai penetapan Warisan Budaya Tak Benda, yang hingga tahun 2025 ini masih terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Tangerang,” jelas Sumangku.
Ia menegaskan bahwa Kota Tangerang selalu terbuka untuk kunjungan dari berbagai instansi pemerintah, lembaga, maupun sekolah yang ingin mempelajari kekayaan budaya di kota tersebut. “Tinggal bersurat ke Disbudpar Kota Tangerang, kami terbuka untuk sama-sama belajar dan melestarikan budaya yang harus kita banggakan,” pungkasnya. (ris/dam)









