Berlin | TR.CO.ID
Setelah menelan kekalahan dari Spanyol dalam final Euro 2024. Gareth Southgate mengumumkan keputusannya untuk meninggalkan posisinya sebagai pelatih timnas Inggris.
Keputusan ini mengakhiri delapan tahun kebersamaannya dengan The Three Lions, di mana ia berhasil mencatat sejumlah prestasi signifikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dalam hidup saya, bermain dan memimpin tim Inggris adalah kebanggaan terbesar. Saya telah memberikan segalanya. Namun, ini saatnya untuk mencari tantangan baru,” kata Southgate dalam pernyataannya, Selasa (16/7/2024).
Southgate, yang juga membawa Inggris mencapai babak semifinal Piala Dunia 2018 dan final Euro 2020, dianggap sebagai salah satu pelatih tersukses dalam sejarah Inggris dalam kompetisi internasional. Meskipun Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) ingin memperpanjang kontraknya, Southgate memilih untuk mengejar tantangan baru di karirnya.
FA telah mulai menyusun daftar kandidat pengganti Southgate, dengan nama-nama seperti Eddie Howe dari Newcastle, Graham Potter yang pernah melatih Brighton dan Chelsea, serta Thomas Tuchel, mantan pelatih Bayern Munchen dan Chelsea, menjadi sorotan utama.
Southgate sendiri mengekspresikan keyakinannya pada potensi pemain muda Inggris untuk meraih kesuksesan di masa depan.
Sejak memulai karirnya sebagai pelatih di FA pada tahun 2013, Southgate telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengembangan sepak bola Inggris, baik sebagai pelatih tim U-21 maupun timnas senior sejak September 2016.
Sebagai mantan pemain timnas Inggris dan bek yang berpengalaman, Southgate juga pernah menjabat sebagai pelatih Middlesbrough dari 2006 hingga 2009 setelah pensiun dari karir bermainnya. (bs)









