Isra Warga Cisoka Ingin Kembali Bertemu Presiden Jokowi

Rabu, 13 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG | TR.CO.ID

Pernah bertemu dan foto bersama dengan Presiden Jokowi pada tahun 2018, pada acara pembagian Sertifikat Program PTSL di Halaman Kantor Bupati Tangerang, Isra (32) Warga Kampung Kemuning Permai Blok D 1 Nomor 1 RT 04 RW 05, Desa Jeungjing, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang Memohon Keadilan dan ingin bertemu dengan Presiden Jokowi.

Isra (32 tahun) mengatakan, keinginanya hanyalah ingin mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dan untuk para penegak keadilan, mohon kiranya jangan menilai kami bahwa orang yang tidak berbudi tidak bisa berbahasa dengan baik dan tidak berpendidikan. Jangan menilai kami sebagai itu tapi lihatlah kami sebagai manusia. Kami sebagai warga negara yang sama harkat dan kedudukannya. Di mata hukum dan negara, kami perlu perlindungan hukum oleh negara, terutama Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Jokowi,” ungkap Isra, Senin (11/12/23).

“Agar memberikan hak, yang seadil-adilnya kepada kami dan orang tua kami yang telah merawat lahan Tanah Negara (TN) ini dari tahun 1976 sampai dengan sekarang tahun 2023. Tolong diberikan hak yang seadil-adilnya, diberikan hak secara kepemilikan, agar kami tidak diganggu lagi secara hukum dan diganggu gugat. Kami tidak menuntut apa-apa. Kami hanya meminta tempat tinggal untuk hidup. Selama kami hidup di sini, kami lahir di sini. Kami pribumi di sini. Kami tidak tau ingin pergi kemana. Kami lahir dan besar di tanah ini juga. Oleh karena itu kepada para penegak hukum dan pemimpin yang bertugas untuk mengayomi dan melindungi kami, agar itu semua dilaksanakan dan tidak menutup matanya terhadap keadilan. Karena selama ini kami selalu dianiaya secara hukum, karena kami tidak mengerti hukum. Sebab mereka mengatakan kami ini hanya rakyat yang tidak punya hak terhadap tanah tersebut,” ucapnya.

Baca Juga:  Ratusan Kader Demokrat Gerbong Heri Hijrah ke Golkar

Isra menegaskan, pihaknya tidak pernah memperjual-belikan tanah tersebut. Pihaknya sangat bingung seketika disangka dengan dituduh menyerobot lahan, karena mereka dengan alasan memiliki sertifikat. Justru dirinya yang menanyakan dari manakah terbit sertifikat itu? Sedangkan faktanya, pihaknya di lahan tersebut menempati terlebih dahulu. Artinya, belum pernah meninggalkan, tidak pernah menjual-alihkan, tidak pernah mengoper-alihkan.

“Karena kami memegang amanah dari negara, yang mana pada dasarnya Tanah Negara (TN) tidak boleh diperjual-belikan, melainkan untuk ditempati dan dirawat. Itu semua tujuannya untuk kemasyarakatan, untuk kemakmuran rakyat tidak diperjual-belikan. Kami sangat bingung kenapa perusahaan asing bisa di sini dan kami yang pribumi tidak bisa disini. Dan kami selalu mengajukan hak kepemilikan. Sedihnya, semua para aparat penegak hukum dan instansi terkait, mulai dari tingkat desa, kecamatan maupun tingkat kabupaten, selalu mengatakan tidak bisa karena sudah terbitnya sertifikat. Kenapa bisa terbit sertifikat padahal di sini ada orangnya ada yang menempati di sini,” imbuhnya.

Lanjut Isra “Mohon tegakkan keadilan, dan saya mohon kepada para petinggi di atas, dan kepada para calon pengganti Presiden Jokowi, buktikan dan tunjukkan kepedulian kalian terhadap rakyat kecil. Bimbinglah kami, tuntunlah kami agar kami dapat perolehan hak yang sah dari negara, agar kami tidak dianiaya lagi secara hukum oleh pihak perusahaan dan para oknum-oknum lainnya,” tambahnya.

Baca Juga:  Pj Walikota Dorong Pertanian Urban Demi Ketahanan Pangan

“Kami mohon sekali lagi lihat lah, tengoklah datanglah, secara langsung, dan lihat lah kronlogis permasalahannya, dan rumah-rumah kami sudah dirusak oleh oknum oknum yang tidak bertanggungjawab. Kami sangat memohon kepada pemerintah tegakkan keadilan seadil adilnya,” tuturnya.

Sementara Itu, pelaksana garapan tanah Kakek Kasudin (73 tahun) menjelaskan, “Kami memohon dan meminta keadilan kepada pemerintah daerah Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten dan juga pemerintah pusat, dan juga Bapak presiden. Saya di sini sudah dari tahun 1976. Tanah ini dari dulu kan tanah kosong, dan dari dulu kan saya ngegarap. Serta tanah ini tidak dijual-belikan menurut undang undang. Karena sekarang suruh jual-belikan, saya gak mau karena bukan punya saya, tiba-tiba ada perusahaan (PT) yang mengaku.”

“Tanah ini kan tanah negara. Saya belum pernah menjual tanah ini. PT ini melakukan pembebeasan dari desa atau pemerintah. Kalau dari desa saya mah gak mau karena titipan tanah negara. Jangan menuntut saya melakukan nyerobot tanah. Dan kami dituduh menyerobot tanah. Padahal saya nyangkul sudah dari tahun 1976. Kalau memang PT menuduh saya menyerobot tanah, mana rumah PT yang saya serobot? Mana rumah PT yang dirusak saya? Ini malah rumah saya yang dirusak. Harapan saya ditegakan keadilan yang seadil-adilnya. Mohon pemerintah agar memberikan hak supaya kami tidak dapat dianiaya secara hukum,” tukasnya.

Penulis : fj

Editor : dam

Berita Terkait

Satu Keluarga Didalam Mobil Tergelincir Keparit
Polsek Teluknaga Amankan Penjual Obat Tramadol
Hadapi Ancaman Keamanan Data, Diskominfo Gelar Workshop Tren Teknologi AI
Sosialisasi Pilkada Lebak Akan Dilakukan Secara Masif
Pemkot Pastikan Anak Tidak Putus Sekolah
Pengobatan TBC Membutuhkan Waktu dan Kesabaran
Pemkot Tangerang Gelar Sosialisasi Produk bagi Pelaku UMKM
Stok Darah A dan AB Menipis, PMI Kota Tangerang Ajak Warga Berdonor Darah
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juli 2024 - 13:32 WIB

Satu Keluarga Didalam Mobil Tergelincir Keparit

Kamis, 18 Juli 2024 - 13:30 WIB

Polsek Teluknaga Amankan Penjual Obat Tramadol

Kamis, 18 Juli 2024 - 13:27 WIB

Hadapi Ancaman Keamanan Data, Diskominfo Gelar Workshop Tren Teknologi AI

Kamis, 18 Juli 2024 - 13:23 WIB

Sosialisasi Pilkada Lebak Akan Dilakukan Secara Masif

Kamis, 18 Juli 2024 - 11:55 WIB

Pemkot Pastikan Anak Tidak Putus Sekolah

Berita Terbaru

Selebritis

Amel Carla Belum Berencana Menikah

Kamis, 18 Jul 2024 - 14:07 WIB

Daerah

Satu Keluarga Didalam Mobil Tergelincir Keparit

Kamis, 18 Jul 2024 - 13:32 WIB

Daerah

Polsek Teluknaga Amankan Penjual Obat Tramadol

Kamis, 18 Jul 2024 - 13:30 WIB

Daerah

Sosialisasi Pilkada Lebak Akan Dilakukan Secara Masif

Kamis, 18 Jul 2024 - 13:23 WIB