TANGERANG | TR.CO.ID
Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan bahwa total korban meninggal akibat serangan Israel di negaranya telah mencapai 20 ribu jiwa. Ini merupakan jumlah korban jiwa terbanyak sepanjang sejarah. Pejabat Kementerian Kesehatan menyebut bahwa kematian tersebut hampir mencapai 1 persen dari total populasi warga Palestina di Gaza sebelum perang berlangsung.
Serangan Israel yang mematikan selama 11 pekan terakhir disebut sebagai penyebab utama tingginya jumlah korban tewas. Diperkirakan jumlah ini masih dapat bertambah.
Palestina menggambarkan serangan udara dan darat Israel ke Gaza sebagai salah satu serangan terdahsyat sepanjang sejarah dunia, menyebabkan 85 persen dari total 2,3 juta penduduk Gaza mengungsi. Data PBB juga menunjukkan bahwa lebih dari setengah juta orang di Gaza mengalami kelaparan akibat dampak serangan tersebut.
Sebelumnya, Israel menyatakan agresi terhadap Gaza sebagai respons terhadap serangan perbatasan oleh militan Hamas pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan 1.200 orang dan menjadikan 240 orang sebagai sandera Hamas. Israel bersikeras untuk terus melanjutkan penyerangan hingga Hamas hancur dan semua sandera Israel dibebaskan.
Dewan Keamanan PBB pada akhir pekan lalu menyerukan percepatan pengiriman bantuan kepada warga sipil yang mengalami kesulitan di Gaza akibat kondisi perang yang belum mereda.









