Kritik terhadap Pangan Ultra-Proses dalam Menu MBG Ramadhan

Rabu, 19 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | TR.CO.ID

Pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadhan mengalami perubahan signifikan dalam menu yang disediakan. Jika sebelumnya program ini menyediakan makanan utama seperti nasi dan lauk pauk, kini menu tersebut digantikan dengan makanan dan minuman ringan seperti biskuit dan sereal instan untuk berbuka puasa. Keputusan Badan Gizi Nasional ini menuai kritik dari berbagai pihak, terutama karena masuknya pangan ultra-proses yang tinggi kandungan gula, garam, dan lemak.

Founder dan CEO Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI), Diah S. Saminarsih, menyoroti bahwa keputusan ini bisa berdampak negatif terhadap kesehatan masyarakat, terutama anak-anak dan remaja. “Program MBG bertujuan meningkatkan status gizi penerima manfaat. Namun, masuknya pangan ultra-proses yang tinggi gula dalam jangka panjang dapat memicu berat badan berlebih dan obesitas,” ujarnya dalam keterangan pers.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga:  Sehat Bersama di Car Free Day Bintaro : Kolaborasi Hotel Santika Premiere Bintaro dengan Dekranasda Tangerang Selatan

Analisis terhadap menu MBG selama bulan puasa menunjukkan bahwa kandungan gula dalam menu yang disediakan cukup tinggi. Sebagai contoh, kombinasi biskuit kering dan sereal instan dalam paket MBG bisa menyumbang hingga 18 gram gula dalam sekali konsumsi. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa paparan dini terhadap pangan ultra-proses berhubungan erat dengan pola makan tidak sehat serta peningkatan risiko obesitas dan penyakit jantung.

Profesor Madya Kesehatan Masyarakat, Grace Wangge PhD, juga mengkritisi langkah ini, yang dinilai bertentangan dengan program pemerintah dalam menekan risiko penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit kardiovaskular. “Anak-anak justru diajarkan makan yang berpotensi meningkatkan angka penyakit tersebut di masa mendatang,” katanya.

Senada dengan hal tersebut, Founder Nusantara Food Biodiversity, Ahmad Arif, menyoroti bahwa kebijakan ini bertolak belakang dengan Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2024 tentang diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal. Menurutnya, pemerintah telah mengamanatkan pemanfaatan pangan segar dan lokal guna meningkatkan ketahanan serta kemandirian pangan.

Baca Juga:  Wapres dan Pj Gubernur A Damenta Tinjau Implementasi Program MBG di Banten

Dokter sekaligus ahli gizi masyarakat, Tan Shot Yen, menambahkan bahwa penggunaan produk ultra-proses dalam MBG justru kontraproduktif terhadap berbagai upaya intervensi gizi yang telah dilakukan dalam satu dekade terakhir. “Bahkan, komitmen politik pemerintah daerah dalam melahirkan inovasi intervensi berbasis pangan lokal melalui posyandu juga dapat merosot akibat kebijakan ini,” ujarnya.

Menyikapi hal ini, berbagai kelompok masyarakat sipil dan akademisi mendesak Badan Gizi Nasional untuk segera memperbaiki standar menu MBG dengan memprioritaskan pangan segar lokal. Selain itu, mereka juga menekankan pentingnya regulasi yang mengatur pembatasan produk ultra-proses serta makanan tinggi gula, garam, dan lemak dalam program MBG demi kesehatan masyarakat yang lebih baik.(net)

Berita Terkait

Pemkot Tangerang Gandeng LPK Wahana Danau Indah, Buka Jalan Kerja ke Jepang bagi Lulusan SMK
Pelayanan kepada Masyarakat kota Tangerang, Ambulance Gratis Dinkes Evakuasi Pasien Kritis
Waspada Hipertensi Setelah Makan Daging Kurban, Dinkes Kota Tangerang Imbau Masyarakat CKG di Puskesmas
CISADANE Resmi Diluncurkan, Layanan Pendidikan Inklusif Kota Tangerang Makin Terintegras
Dinkes Banten Ajak Semua Pihak Bersinergi Wujudkan Eliminasi TBC
Dinkes Kota Tangerang Imbau Warga Waspada Penyebaran Hanta Virus
Jalin Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan, RSUD Benda Resmi Layani Pasien JKN-KIS
Perluas Layanan Masyarakat Rentan, Sachrudin Resmikan BPJS Kesehatan di RSUD Benda
Berita ini 61 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:01 WIB

Pemkot Tangerang Gandeng LPK Wahana Danau Indah, Buka Jalan Kerja ke Jepang bagi Lulusan SMK

Kamis, 4 Juni 2026 - 05:43 WIB

Pelayanan kepada Masyarakat kota Tangerang, Ambulance Gratis Dinkes Evakuasi Pasien Kritis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 02:02 WIB

Waspada Hipertensi Setelah Makan Daging Kurban, Dinkes Kota Tangerang Imbau Masyarakat CKG di Puskesmas

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:41 WIB

CISADANE Resmi Diluncurkan, Layanan Pendidikan Inklusif Kota Tangerang Makin Terintegras

Senin, 25 Mei 2026 - 14:03 WIB

Dinkes Banten Ajak Semua Pihak Bersinergi Wujudkan Eliminasi TBC

Berita Terbaru