SERANG | TR.CO.ID
Bangun kesadaran mitigasi bencana di tingkat masyarakat, mahasiswa Kelompok 37 Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Reguler UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten kolaborasi dengan BAZNAS Tanggap Bencana Republik Indonesia, adakan Pelatihan dan Edukasi Kampung Tanggap Bencana di Desa Pancanegara, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang.
Kegiatan diikuti lebih dari 25 peserta diantaranya tokoh masyarakat, ketua RT/RW, ibu-ibu PKK, dan unsur warga lainnya. Dengan pendekatan partisipatif, pelatihan berlangsung secara interaktif dan disambut antusias oleh seluruh peserta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Materi difokuskan pada pentingnya kesadaran bencana, prosedur evakuasi darurat, serta peran masyarakat dalam membentuk sistem siaga bencana berbasis lokal.
Dosen Pembimbing Lapangan Kukerta, Fina Fitratun Amaliyah mengungkapkan harapannya agar, pelatihan dapat menjadi langkah awal terbentuknya sistem siaga dini di desa.
“Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong tumbuhnya sistem siaga bencana berbasis masyarakat, mengingat potensi bencana alam bisa datang kapan saja tanpa tanda,” ujarnya.
Diskusi berlangsung aktif diantaranya menyoroti berbagai aspek teknis, termasuk salah satu pertanyaan menarik dari peserta mengenai kebutuhan struktur koordinatif dalam sistem evakuasi desa:
“Apakah pembentukan kampung tanggap bencana perlu disertai dengan pembagian wilayah koordinatif untuk evakuasi?”
Pertanyaan tersebut menjadi indikator kuat bahwa masyarakat mulai memahami urgensi perencanaan kebencanaan secara menyeluruh, bukan sekadar seremonial.
Sebagai bagian dari implementasi materi pelatihan, warga bersama tim Kukerta memproduksi tiga poster edukatif sebagai sarana penyadaran dan kesiapsiagaan bencana:
Sistem Peringatan Dini: Panduan langkah cepat saat terjadi gempa bumi, banjir, atau bencana lainnya.
Struktur Tim Siaga Bencana: Skema pembagian peran dan tanggung jawab RT/RW serta tokoh masyarakat.
Peta Kampung Pancanegara: Penandaan titik evakuasi, jalur aman, dan lokasi rawan bencana.
“Poster ini akan dipasang di ruang-ruang publik seperti balai desa dan pos ronda agar dapat diakses seluruh warga setiap saat,” tandasnya.
Sebagai tindak lanjut, Kukerta 37 akan menyelenggarakan kegiatan lanjutan pada Sabtu, 9 Agustus 2025, berupa Pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Tanggap Bencana dan Simulasi Evakuasi. Kegiatan ini bertujuan memperkuat koordinasi antarwarga, membentuk satuan tugas lokal, serta memastikan kesiapan warga dalam menghadapi potensi bencana.
Kegiatan ditutup dengan dokumentasi bersama, serta penandatanganan komitmen awal warga untuk terus mengembangkan Kampung Tanggap Bencana Pancanegara secara berkelanjutan, dengan pendampingan dari mahasiswa dan aparatur desa. (hed/tmn/dam)









