Makam Keramat Diduga Palsu di Pandeglang Dibongkar Warga

Selasa, 31 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PANDEGLANG | TR.CO.ID

Warga Kampung Jaura, Desa Panjangjaya, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, dihebohkan dengan pembongkaran sebuah makam keramat yang diduga palsu. Makam tersebut dibongkar karena tidak memiliki asal-usul yang jelas dan dikhawatirkan dapat menyesatkan masyarakat.

Keberadaan makam misterius ini sebelumnya memicu keresahan warga sekitar. Selain menimbulkan pertanyaan, makam tersebut juga dianggap berpotensi memunculkan pemahaman yang keliru, terutama terkait nilai-nilai keagamaan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua MUI Desa Panjangjaya sekaligus tokoh masyarakat, Suhendi, mengungkapkan bahwa makam tersebut pertama kali diketahui dari laporan warga. Ia kemudian melakukan pengecekan langsung ke lokasi.

Baca Juga:  PK, PD dan Kader Golkar Deklarasi Menangkan Maesyal-Intan di Pilkada 2024

“Awalnya ada warga yang melapor. Setelah kami cek ke lapangan, ternyata benar ada bangunan makam baru,” ujar Suhendi, Senin (30/3/2026).

Menurutnya, persoalan utama bukan pada bentuk fisik makam, melainkan tidak adanya informasi terkait silsilah atau riwayat yang jelas. Hal ini memicu kecurigaan warga.

“Yang jadi masalah itu tidak ada keterangan asal-usulnya. Tidak jelas siapa yang dimakamkan di situ, sehingga menimbulkan keresahan,” jelasnya.

Suhendi juga menyoroti potensi dampak negatif terhadap akidah masyarakat jika makam tersebut dibiarkan.

Baca Juga:  Modus Penipuan Pengusaha Plastik Kabupaten Tangerang Kini di Tangkap Polisi, Kerugiaan Hingga Ratusan Juta

“Kami khawatir ini bisa menyesatkan, terutama bagi generasi muda. Jangan sampai terjadi pemahaman yang menyimpang,” tegasnya.

Sebelum dilakukan pembongkaran, pihaknya telah berkonsultasi dengan tokoh agama setempat (Abuya). Dari hasil musyawarah tersebut, disepakati bahwa makam tersebut sebaiknya dibongkar.

Pembongkaran dilakukan secara swadaya oleh warga dengan melibatkan pemerintah desa, pihak kecamatan, serta Satpol PP Kabupaten Pandeglang.

Langkah ini diharapkan dapat menjaga ketertiban lingkungan serta mencegah potensi kesalahpahaman di tengah masyarakat terkait keberadaan makam yang tidak jelas asal-usulnya. (Hab)

Berita Terkait

Jelang TKA 2026, SDN Daan Mogot 3 Siapkan Infrastruktur Latih Siswa Hadapi Ujian Berbasis Komputer
Disdik Kota Tangerang Pastikan SPMB 2026 Siap, Seleksi Prestasi Kini Pakai TKA
Ratusan Pelaku UMKM Ikuti Pelatihan Pemanfaatan AI
PDAM TB Targetkan 10 Ribu Pelanggan Baru di Zona 2
Generasi Muda Harus Jadi Pemersatu di Era Digital
Diskominfo Genjot Transparansi dan Pelayanan Informasi
AHY Dorong Penataan Pesisir Terintegrasi
Pengusutan Dugaan Korupsi, Kejati Banten Geledah PT ABM
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 23:02 WIB

Jelang TKA 2026, SDN Daan Mogot 3 Siapkan Infrastruktur Latih Siswa Hadapi Ujian Berbasis Komputer

Jumat, 17 April 2026 - 22:57 WIB

Disdik Kota Tangerang Pastikan SPMB 2026 Siap, Seleksi Prestasi Kini Pakai TKA

Jumat, 17 April 2026 - 15:29 WIB

Ratusan Pelaku UMKM Ikuti Pelatihan Pemanfaatan AI

Jumat, 17 April 2026 - 15:26 WIB

PDAM TB Targetkan 10 Ribu Pelanggan Baru di Zona 2

Jumat, 17 April 2026 - 15:23 WIB

Generasi Muda Harus Jadi Pemersatu di Era Digital

Berita Terbaru

Bisnis

Ratusan Pelaku UMKM Ikuti Pelatihan Pemanfaatan AI

Jumat, 17 Apr 2026 - 15:29 WIB

Daerah

PDAM TB Targetkan 10 Ribu Pelanggan Baru di Zona 2

Jumat, 17 Apr 2026 - 15:26 WIB

Daerah

Generasi Muda Harus Jadi Pemersatu di Era Digital

Jumat, 17 Apr 2026 - 15:23 WIB