JAKARTA | TR.CO.ID
Firli Bahuri resmi diberhentikan dari jabatannya sebagai pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Masyarakat Anti Korupsi (MAKI) memberikan pandangan terkait sosok yang dianggap potensial sebagai penggantinya. Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, menyampaikan bahwa I Nyoman Wara, Inspektur Utama Badan Pemeriksa Keuangan, adalah salah satu calon yang diusulkan sebagai pengganti Firli Bahuri.
Boyamin Saiman menyinggung pemilihan pengganti Lili Pintauli pada tahun 2022, di mana Presiden Joko Widodo telah menyerahkan nama Johanis Tanak dan Nyoman Wara. Menurutnya, pemilihan pimpinan KPK selanjutnya tidak perlu terlalu lama, dan Presiden tinggal mengajukan nama yang kemudian disahkan oleh DPR.
“Saya pikir cukup pemerintah mengajukan saja Pak Nyoman Wara dan nanti DPR mengesahkan supaya cepat,” kata Boyamin. Ia menekankan bahwa KPK memerlukan pimpinan yang memiliki latar belakang sebagai auditor, dan menilai Nyoman Wara sebagai sosok yang mumpuni untuk mengemban tugas tersebut.
Boyamin juga menyatakan bahwa proses pemilihan pimpinan KPK tidak perlu diperpanjang-panjang agar kekosongan jabatan segera terisi. Menurutnya, hal ini dapat dilakukan dengan efektifitas agar KPK dapat berfungsi optimal.
Di sisi lain, Komisi III DPR menyatakan akan menindaklanjuti pemberhentian Firli Bahuri secara resmi setelah menerima surat presiden (surpres) dari Jokowi. Wakil Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman, menyatakan bahwa pemilihan pimpinan KPK yang baru akan diagendakan setelah DPR mengakhiri masa reses pada 15 Januari 2024.
“Segera setelah kami mendapatkan salinan resmi pemberhentian tersebut, kami akan mengagendakan pemilihan pimpinan KPK pengganti Pak Firli Bahuri,” ujar Habiburokhman. Proses pemilihan baru akan dimulai pada masa sidang mendatang setelah berakhirnya masa reses.









