Pemkot Layani Kasus Penderita TBC Resistensi Obat di 13 Puskesmas

Jumat, 25 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG | TR.CO.ID

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Kesehatan terus memaksimalkan penanganan kasus tuberkulosis (TBC). Salah satunya, dengan meningkatkan pelayanan untuk menangani penderita TBC yang memiliki resistensi obat.

Jika seseorang dinyatakan positif TBC, maka ia harus melakukan pengobatan selama paling cepat enam bulan tanpa putus. Lalu, apabila pengobatan tidak tuntas atau penderita TBC menghentikan pengobatan sebelum waktu yang ditentukan oleh dokter, maka dapat menjadi salah satu penyebab seorang pasien TBC menjadi resisten obat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni mengungkapkan, pelayanan inisiasi pengobatan bagi pasien TBC yang resisten obat telah tersedia di 13 puskesmas di Kota Tangerang. Pada awal pengobatan, dilakukan juga pemeriksaan laboratorium SGOT (Serum Glutamic-Oxaloacetic Transaminase) dan SGPT (Serum Glutamic-Pyruvic Transaminase).

Baca Juga:  Maryono Uji Peserta Pelatihan Mentoring ASN

“Lalu, kami juga melakukan tracing pada kontak erat yang ada di rumah dan lingkungan sekitar pasien. Jika negatif, maka kami akan berikan obat pencegahan. Untuk pasien yang sudah positif resisten obat TBC, tetap kami kawal bersama para kader di wilayah untuk memastikan mereka tetap mengonsumsi obat hingga tuntas,” ungkapnya, Kamis (24/4/25).

Ia melanjutkan, pengobatan pasien TBC resisten obat lebih lama dari pasien positif TBC pada umumnya. Terdapat dua jenis pengobatan yaitu pengobatan jangka pendek dengan lama sembilan hingga 11 bulan dan pengobatan jangka panjang dengan durasi 18 hingga 24 bulan.

Baca Juga:  KUA-PPAS 2025 Disepakati, Pemkot Fokus Pelayanan dan Inklusi

Ia mengimbau bagi seluruh pasien positif TBC untuk menuntaskan pengobatan dengan baik tanpa terlewat. Sehingga, TBC yang diderita dapat sembuh dan tidak terjadi resistensi obat.

“Bagi masyarakat lainnya, jaga terus Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sehari-hari, dan apabila menemukan gejala TBC segera kunjungi fasilitas layanan kesehatan terdekat. Kami akan terus melakukan pencarian kasus sebanyak-banyaknya untuk menekan kasus TBC di Kota Tangerang,” tukasnya. (wil/dam)

Berita Terkait

Puskesmas Turun ke Sekolah Jajanan Siswa Diperiksa
Dinkes Kota Tangerang Luncurkan “BUGAR MOVEMENT”, Dorong Budaya Hidup Sehat Pegawai
Penemuan Alat Deteksi Gizi MBG Berbasis AI
Susah Turun Berat Badan? Hindari 3 Jenis Makanan Ini Menurut Dokter Gizi!
Dinsos Lakukan Pengukuran 16 Penerima Kaki Palsu
Sukseskan Program Prioritas Nasional, Pemkot Tangerang Targetkan CKG Seluruh Pegawai
Anak Terkena Campak? Ini Panduan Perawatan di Rumah dari Dinkes Tangerang
Kesehatan, Dinkes Bagikan Panduan Lengkap Perawatan Campak di Rumah
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 15:03 WIB

Puskesmas Turun ke Sekolah Jajanan Siswa Diperiksa

Jumat, 17 April 2026 - 13:34 WIB

Dinkes Kota Tangerang Luncurkan “BUGAR MOVEMENT”, Dorong Budaya Hidup Sehat Pegawai

Kamis, 16 April 2026 - 18:06 WIB

Penemuan Alat Deteksi Gizi MBG Berbasis AI

Kamis, 16 April 2026 - 12:18 WIB

Susah Turun Berat Badan? Hindari 3 Jenis Makanan Ini Menurut Dokter Gizi!

Rabu, 15 April 2026 - 15:52 WIB

Dinsos Lakukan Pengukuran 16 Penerima Kaki Palsu

Berita Terbaru

Bisnis

Ratusan Pelaku UMKM Ikuti Pelatihan Pemanfaatan AI

Jumat, 17 Apr 2026 - 15:29 WIB

Daerah

PDAM TB Targetkan 10 Ribu Pelanggan Baru di Zona 2

Jumat, 17 Apr 2026 - 15:26 WIB

Daerah

Generasi Muda Harus Jadi Pemersatu di Era Digital

Jumat, 17 Apr 2026 - 15:23 WIB