TANGERANG | TR.CO.ID
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar pertemuan untuk membentuk Tim Koordinasi Daerah (koorda) Penanggulangan Zoonosis dan Penyakit Infeksius Baru. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Nomor 7 Tahun 2022 mengenai Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Zoonosis serta Penyakit Infeksius Baru.
Pertemuan ini melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seperti Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah, BPBD, RSUD, Bapenda, DKP, DLH, Diskominfo, Disperindagkop UKM, serta camat dan lurah se-Kota Tangerang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sekretaris Dinkes Kota Tangerang, dr. Darto, menjelaskan bahwa pembentukan tim koordinasi ini bertujuan untuk memastikan efektivitas penanggulangan penyakit zoonosis dan penyakit infeksius baru yang dapat mengancam kesehatan masyarakat. “Dengan terbentuknya tim ini, diharapkan kolaborasi lintas sektor dapat meningkatkan efektivitas pengendalian dan pencegahan penyakit, baik di tingkat pemerintah daerah maupun masyarakat,” ungkapnya, Senin (2/12/2024).
Lebih lanjut, dr. Darto menekankan bahwa kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari inisiatif global, regional, dan nasional, di mana Indonesia telah mempelopori penerapan konsep One Health selama masa Presidensi G20 dan Keketuaan ASEAN.
“Tingkat kota dan kabupaten juga perlu mengimplementasikan langkah-langkah lintas sektor untuk mendukung keberhasilan One Health,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Pascasarjana Universitas YARSI, Prof. Tjandra Yoga Aditama, yang menjadi narasumber, menyatakan bahwa penyakit zoonosis bisa menjadi salah satu penyebab pandemi di masa mendatang, bersama dengan penyakit lain seperti influenza dan penyakit X .
“Untuk itu, ada tiga hal penting dalam menjaga kesehatan masyarakat,” ujar Prof. Tjandra.
Pertama, kebijakan yang memperhatikan dampak kesehatan. Kedua, pelaksanaan program promotif dan preventif yang konsisten. Ketiga, pentingnya masyarakat menjaga kesehatan diri dan keluarga serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat.”
Dengan dibentuknya Tim Koordinasi Daerah ini, diharapkan upaya penanggulangan penyakit zoonosis dan infeksius baru dapat lebih terarah dan optimal. (ris/dam)









