SERANG | TR.CO.ID
Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Virgojanti, mengumumkan bahwa Pemerintah Provinsi Banten telah mencapai pencapaian yang mengesankan dalam penanganan penyakit Tuberculosis (TBC). Provinsi ini berhasil mencapai target temuan kasus TBC sebesar 50 persen dari target nasional yang ditetapkan sebesar 45 persen.
Virgojanti menjelaskan bahwa berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan RI, estimasi kasus TBC di Provinsi Banten mencapai 50.391 kasus. Dia menyatakan kebanggaannya atas pencapaian ini dan mengungkapkan bahwa Pemprov Banten telah mendapat apresiasi dari Kementerian Kesehatan atas capaian tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemprov Banten juga telah melakukan langkah konkret dalam penanganan TBC, termasuk penginventarisasian kasus berdasarkan data by name by address untuk memastikan penanganan yang lebih efektif. Selain itu, ketersediaan obat-obatan untuk mengatasi TBC telah dipersiapkan dengan baik.
Virgojanti juga mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan kasus TBC ke fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti Puskesmas dan klinik, serta menekankan pentingnya disiplin minum obat selama enam bulan bagi penderita TBC.
Selain penanganan TBC, Pemerintah Provinsi Banten juga aktif dalam mencegah kasus Poliomyelitis dengan menyiapkan tim percepatan Satgas Polio dan melaksanakan program vaksinasi.
“Kami sangat mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam melaporkan kasus TBC. Dengan kerjasama ini, kita dapat memutus rantai penularan penyakit yang cukup berbahaya ini,” ujar Virgojanti, Selasa (16/7/2024).
Capaian Provinsi Banten ini menjadi sorotan dalam rapat virtual Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, Maxi Rein Rondonuwu, yang menegaskan pentingnya upaya bersama dalam mengendalikan penyakit seperti TBC dan Polio di Indonesia. (hed/BN/ris)









