Pemprov Banten Resmi Keluarkan Aturan Pembatasan Operasional Truk Tambang

Kamis, 30 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANTEN | TR.CO.ID

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten resmi mengeluarkan aturan mengenai pembatasan operasional truk pengangkut tambang di sejumlah ruas jalan arteri di wilayah Provinsi Banten.

Aturan tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Banten Nomor 567 Tahun 2025 tentang Penetapan Pembatasan Jam Operasional dan Jalur Lalu Lintas untuk Kendaraan Angkutan Tambang Mineral Bukan Logam dan Batuan di Wilayah Provinsi Banten.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gubernur Banten Andra Soni menjelaskan, Kepgub tersebut merupakan langkah cepat Pemprov Banten dalam menyikapi tingginya aktivitas truk tambang yang akhir-akhir ini menimbulkan dampak signifikan terhadap kemacetan, kerusakan jalan, dan potensi kecelakaan.

“Kebijakan Kepgub itu sudah diintegrasikan dengan seluruh bupati dan wali kota dengan memberikan waktu operasional dari pukul 22.00–05.00 WIB setiap harinya,” katanya pada Selasa (28/10/2025).

Selain pembatasan jam operasional, gubernur juga menetapkan ruas-ruas jalan tertentu yang diperbolehkan dilalui angkutan tambang sebagaimana tercantum dalam lampiran keputusan. Jalur tersebut mencakup jalan nasional, provinsi, serta beberapa jalan kabupaten dan kota di Serang, Cilegon, Lebak, Pandeglang, Tangerang, Kota Tangerang, dan Tangerang Selatan.

“Kami akan menindaklanjuti dengan pos-pos pengawasan dan rambu-rambu untuk memastikan keputusan ini dijalankan,” ujarnya.

Dalam Kepgub tersebut, pengawasan dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten dengan melibatkan kepolisian, TNI, serta pemerintah kabupaten dan kota.

 “Kita akan koordinasikan secara terpadu, termasuk dengan pihak kepolisian,” katanya.

Andra Soni juga mengimbau para pelaku usaha tambang dan operator angkutan agar mematuhi ketentuan terutama tidak melebihi kapasitas muatan kendaraan. Ia menegaskan, kendaraan wajib dalam kondisi bersih dari tanah dan lumpur agar tidak membahayakan serta mencemari jalan. Bak muatan juga harus ditutup terpal untuk mencegah tumpahan material.

“Kami mengimbau seluruh pelaku tambang untuk betul-betul memperhatikan kewajiban tersebut. Hal ini bagian dari keselamatan bersama,” ucap Andra Soni.

Keputusan ini sendiri mulai berlaku pada 28 Oktober 2025 dan menjadi dasar hukum penting dalam penataan lalu lintas angkutan tambang di Provinsi Banten.

“Kami berharap kebijakan ini mampu mengurangi kemacetan, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, serta memperkuat tata kelola pertambangan yang lebih tertib dan berkelanjutan di seluruh wilayah Banten,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten Tri Nurtopo menambahkan, pihaknya tengah menyiapkan pemasangan rambu-rambu lalu lintas terkait pembatasan jam operasional serta berkoordinasi dengan Polda Banten untuk mendirikan pos pengawasan.

Baca Juga:  Kick Off Liga 4 Banten!

Terkait sanksi, Tri menjelaskan bahwa terdapat dua dasar hukum yang digunakan sebagai rujukan. Yaitu Perda Banten Nomor 8 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Perhubungan dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Dalam Perda tersebut, pelanggar pembatasan lalu lintas di jalan provinsi menurutnya dapat dikenai sanksi kurungan maksimal 6 bulan atau denda maksimal Rp 50.000.000. Sementara di jalan nasional, pelanggaran terhadap rambu atau marka jalan dikenai sanksi kurungan maksimal 2 bulan atau denda maksimal Rp 500.000. Adapun bagi yang tidak mematuhi perintah petugas polri, dikenakan sanksi kurungan maksimal 1 bulan atau denda maksimal Rp 250.000.

“Itu sesuai dengan UU LLAJ Pasal 287 ayat (1) dan Pasal 282,” pungkasnya.

Adapun untuk pembatasan ini berlaku pada ruas jalan sebagai berikut:

1.⁠ ⁠Kota Cilegon

a. Ruas Jalan Serdang – Bojonegara – Merak (jalan nasional);

b. Ruas Jalan Raya Cilegon (Cilegon) (jalan nasional);

c. Ruas Jalan Raya Serang (Cilegon) (jalan nasional);

d. Ruas Jalan Batas Kota Cilegon – Pasauran (jalan nasional); dan

e. Ruas Jalan Lingkar Selatan Cilegon (jalan kota).

2.⁠ ⁠Kabupaten Serang

a. Ruas Jalan Serdang – Bojonegara – Merak (jalan nasional);

b. Ruas Jalan Batas Kota Cilegon – Batas Kota Serang (jalan nasional);

c. Ruas Jalan Batas Kota Cilegon – Pasauran (jalan nasional);

d. Ruas Jalan Batas Kota Serang – Batas Kabupaten Serang/Tangerang (jalan nasional);

e. Ruas Jalan Cikande – Rangkasbitung (jalan nasional);

f. Ruas Jalan Batas Kabupaten Serang – Batas Kota Pandeglang (jalan nasional);

g. Ruas Jalan Raya Palka (Palima – Pasar Teneng) (jalan provinsi);

h. Ruas Jalan Banten Lama – Pontang (jalan provinsi);

i. Ruas Jalan Pontang – Jenggot (jalan provinsi); dan

j. Ruas Jalan Lingkar Selatan Cilegon (jalan kota).

3.⁠ ⁠Kota Serang

a. Ruas Jalan Raya Cilegon (Serang) (jalan nasional);

b. Ruas Jalan Letnan Jidun (Serang) (jalan nasional);

c. Ruas Jalan Tb. Suwandi (Serang) (jalan nasional);

d. Ruas Jalan Abdul Hadi (Serang) (jalan nasional);

e. Ruas Jalan KH. Abdul Fatah Hasan (Serang) (jalan nasional);

f. Ruas Jalan Sudirman (Serang) (jalan nasional);

g. Ruas Jalan Raya Pandeglang (Serang) (jalan nasional);

h. Ruas Jalan Jaksa Agung R. Soeprapto (jalan nasional);

Baca Juga:  Mengenal Tatang Sutisna, Salah Seorang Calon Pj Walikota Tangerang

i. Ruas Jalan Syekh Moh. Nawawi Albantani (Pakupatan – Palima) (jalan provinsi);

j. Ruas Jalan Banten Lama – Pontang (jalan provinsi); dan

k. Ruas Jalan Lopang – Banten Lama (jalan provinsi).

4.⁠ ⁠Kabupaten Lebak

a. Ruas Jalan Cikande – Rangkasbitung (jalan nasional);

b. Ruas Jalan By Pass Rangkasbitung (Jalan Soekarno Hatta Rangkasbitung) (jalan nasional);

c. Ruas Jalan Batas Kota Pandeglang – Batas Kota Rangkasbitung (jalan nasional);

d. Ruas Jalan Muara Binuangeun – Simpang (jalan nasional);

e. Ruas Jalan Simpang – Bayah (jalan nasional);

f. Ruas Jalan Raya Cikande (Jl. Otto Iskandardinata Rangkasbitung) (jalan nasional);

g. Ruas Jalan Raya Cipanas (Rangkasbitung) (jalan nasional);

h. Ruas Jalan Batas Kota Rangkasbitung – Cigelung (Batas Provinsi Jawa Barat) (jalan nasional);

i. Ruas Jalan Maja – Koleang (jalan provinsi);

j. Ruas Jalan Maja – Citeras (jalan provinsi);

k. Ruas Jalan Ciruas – Petir – Warunggunung (jalan provinsi);

l. Ruas Jalan Picung – Malingping – Simpang (jalan provinsi);

m. Ruas Jalan Gunungkencana – Malingping (jalan kabupaten);

n. Ruas Jalan Banjarsari – Cirinten (jalan kabupaten);

o. Ruas Jalan Rangkasbitung – Sajir (jalan kabupaten);

p. Ruas Jalan Maulana Hasanudin (jalan kabupaten); dan

q. Ruas Jalan Rangkasbitung – Gajrug (jalan kabupaten).

5.⁠ ⁠Kabupaten Pandeglang

a. Ruas Jalan Pasauran – Labuan (jalan nasional);

b. Ruas Jalan A. Yani (Labuan) (jalan nasional);

c. Ruas Jalan Labuan – Simpang Labuan (jalan nasional);

d. Ruas Jalan Simpang Labuan – Saketi (jalan nasional);

e. Ruas Jalan Simpang Labuan – Cibaliung (jalan nasional);

f. Ruas Jalan Cibaliung – Cikeusik – Muara Binuangeun (jalan nasional);

g. Ruas Jalan Citeureup – Tanjung Lesung (jalan nasional);

h. Ruas Jalan Batas Kota Pandeglang – Batas Kota Rangkasbitung (jalan nasional);

i. Ruas Jalan Raya Serang (Pandeglang) (jalan nasional);

j. Ruas Jalan Batas Kabupaten Serang – Batas Kota Pandeglang (jalan nasional);

k. Ruas Jalan Tanjung Lesung – Sumur (jalan provinsi);

l. Ruas Jalan Saketi – Picung (jalan provinsi); dan

m. Ruas Jalan Picung – Munjul (jalan provinsi).

6.⁠ ⁠Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.

Seluruh jaringan jalan di wilayah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.(dam/hml)

Berita Terkait

Jelang TKA 2026, SDN Daan Mogot 3 Siapkan Infrastruktur Latih Siswa Hadapi Ujian Berbasis Komputer
Disdik Kota Tangerang Pastikan SPMB 2026 Siap, Seleksi Prestasi Kini Pakai TKA
Ratusan Pelaku UMKM Ikuti Pelatihan Pemanfaatan AI
PDAM TB Targetkan 10 Ribu Pelanggan Baru di Zona 2
Generasi Muda Harus Jadi Pemersatu di Era Digital
Diskominfo Genjot Transparansi dan Pelayanan Informasi
AHY Dorong Penataan Pesisir Terintegrasi
Pengusutan Dugaan Korupsi, Kejati Banten Geledah PT ABM
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 23:02 WIB

Jelang TKA 2026, SDN Daan Mogot 3 Siapkan Infrastruktur Latih Siswa Hadapi Ujian Berbasis Komputer

Jumat, 17 April 2026 - 22:57 WIB

Disdik Kota Tangerang Pastikan SPMB 2026 Siap, Seleksi Prestasi Kini Pakai TKA

Jumat, 17 April 2026 - 15:29 WIB

Ratusan Pelaku UMKM Ikuti Pelatihan Pemanfaatan AI

Jumat, 17 April 2026 - 15:26 WIB

PDAM TB Targetkan 10 Ribu Pelanggan Baru di Zona 2

Jumat, 17 April 2026 - 15:23 WIB

Generasi Muda Harus Jadi Pemersatu di Era Digital

Berita Terbaru

Bisnis

Ratusan Pelaku UMKM Ikuti Pelatihan Pemanfaatan AI

Jumat, 17 Apr 2026 - 15:29 WIB

Daerah

PDAM TB Targetkan 10 Ribu Pelanggan Baru di Zona 2

Jumat, 17 Apr 2026 - 15:26 WIB

Daerah

Generasi Muda Harus Jadi Pemersatu di Era Digital

Jumat, 17 Apr 2026 - 15:23 WIB