TANGSEL | TR.CO.ID
Kejuaraan pencak silat C-More Championship yang memperebutkan Piala Bergilir Wali Kota Tangerang Selatan secara resmi ditutup oleh Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan, di Plaza Puspemkot Tangsel, akhir pekan lalu.
Kejuaraan ini, yang berlangsung selama tiga hari, berhasil menarik perhatian publik dengan diikuti hampir 600 peserta. Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pencak silat dengan menggelar kejuaraan tersebut di masa mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Supaya lebih banyak lagi, meriah lagi. Tahun depan harus digelar lagi, biar masyarakat Tangsel semakin mencintai pencak silat, itu tujuan kita semua,” ucap Pilar.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel menunjukkan dukungan serius terhadap pencak silat dengan menjadikannya sebagai muatan lokal pembelajaran di sekolah-sekolah.
“Saat ini bapak ibu, untuk tahun ajaran baru, kita akan memulai muatan lokal wajib silat. Jadi akan diajarkan di SD, SMP. Ini wajib, jadi bukan hanya ekstrakurikuler atau hobi saja, silat ini menjadi pelajaran wajib. Jadi kalo ada sekolah SD atau SMP negeri yang tidak ada muatan lokal silatnya, kasih tahu ke saya,” tegas Pilar.
Pilar memberikan apresiasi kepada orang tua yang telah mendukung putra-putrinya untuk menekuni pencak silat, mengingatkan bahwa seni bela diri ini tidak hanya tentang olahraga, tetapi juga tentang melestarikan kebudayaan.
“Saya ucapkan terima kasih ke bapak-bapak, ibu-ibu yang sudah mempercayakan anak-anaknya belajar silat. Karena ini merupakan mempertahankan seni budaya, kalau bukan kita siapa lagi yang mempertahankan budaya Tangerang Selatan,” kata Pilar.
Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Tangsel, Delima Bungsu Andy, menegaskan bahwa kejuaraan ini adalah bagian dari komitmen Pemkot Tangsel untuk mendukung pencak silat.
“Kejuaraan ini melengkapi komitmen Pemkot Tangsel terhadap pencak silat, setelah menjadikannya sebagai muatan lokal pembelajaran. Nama kejuaraan C-More, menjadi sosialisasi dan edukasi terkait motto Kota Tangerang Selatan, Cerdas, Modern, dan Religius,” jelasnya.
Kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai wujud nyata dari upaya Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk memperkenalkan dan melestarikan seni bela diri tradisional Indonesia, sekaligus meningkatkan rasa cinta masyarakat terhadap warisan budaya daerah. (det/ris)









