Perkuat Ketahanan Pangan Gubernur Banten Andra Soni Fokuskan Infrastruktur Pertanian

Kamis, 3 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANTEN | TR.CO.ID

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan infrastruktur pertanian harus menjadi konsentrasi dalam memperkuat ketahanan pangan. Peningkatan produktivitas pertanian dan efisiensi usaha tani dipengaruhi oleh ketersedian air dan akses distribusi hasil panen.

Hal itu disampaikan Andra Soni saat menghadiri Diskusi Publik Terfokus Jaringan Irigasi dan Jalan Usaha Tani untuk Penguatan Ketahanan Pangan di Provinsi Banten di Gedung Negara Provinsi Banten, Jl Brigjen KH. Syam’un No.5, Kota Serang, Rabu (2/7/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya menyambut baik dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini, ini sangat relevan dan strategis dalam menjawab tantangan pembangunan sektor pertanian ke depan, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan di daerah dan nasional,” ungkap Andra Soni.

Andra Soni menuturkan Provinsi Banten memiliki potensi sumber daya alam dan pertanian yang luar biasa. Namun terdapat tantangan besar yang harus dihadapi dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan efisiensi usaha tani.

“Salah satunya dipengaruhi oleh ketersedian infrastruktur pertanian yang memadai, seperti jaringan irigasi yang berfungsi baik dan jalan usaha tani yang memudahkan akses distribusi hasil panen serta yang lainnya,” katanya.

Selain ketersedian infrastruktur pertanian, kata Andra Soni, ketersedian air dan keterjangkauan petani terhadap pupuk harus dapat dipastikan. Sebagai salah satu upaya meningkatkan ketahanan pangan.

Baca Juga:  Wakapolda Beri Arahan Soal Nataru dan Antispasi Erupsi Gunung Krakatau

“Pemprov Banten telah menetapkan penguatan ketahanan pangan sebagai salah satu prioritas pembangunan. Ini bisa kita capai dengan sinergi yang kuat antara Pemerintah Pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, serta petani,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Andra Soni berharap diskusi publik tersebut dapat menjadi momentum penting dalam menggali persoalan-persoalan nyata di lapangan terkait jaringan irigasi dan jalan usaha tani.

“Kami berharap hasil dari diskusi ini menjadi bahan masukan yang berharga dalam penyusunan kebijakan program pembangunan infrastruktur pertanian di Provinsi Banten,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Andra Soni menuturkan dalam rangka meningkatkan dan mendukung nilai tukar petani, Pemprov Banten pada tahun ini berencana membangun Jalan Usaha Tani (JUT) untuk membantu petani dalam mendistribusikan hasil taninya.

“Saya sangat berharap dukungan dari semua pihak terkait dengan upaya kita memberikan dan menghadirkan pelayanan publik kepada masyarakat, khususnya warga petani untuk bisa mengoptimalkan potensi-potensi yang ada,” tuturnya.

Di sisi lain, Andra Soni mengungkapkan sektor pertanian memberikan kontribusi yang cukup baik dalam pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten. Pada triwulan pertama tahun 2025 pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten tumbuh mencapai 5,19 persen secara y-on-y.

Baca Juga:  BPBD Kota Tangerang Bagikan Tips Mudik Tenang Tinggalkan Rumah di Musim Penghujan

“Dan salah satu kontributornya, yaitu sektor pertanian,” katanya.

Sementara, anggota Ombudsman Republik Indonesia Yeka Hendra Fatika mengatakan pembangunan dan revitalisasi jaringan irigasi dan jalan usaha tani menjadi salah satu instrumen dalam mendongkrak serta memberikan efek yang menguatkan program ketahanan pangan.

“Jika jaringan irigasi direvitalisasi dengan baik, ini akan mendongkrak partisipasi masyarakat atau petani dalam meningkatkan intensitas tanam. Bahkan dapat mencetak sawah baru,” ujarnya.

“Harus fokus pada pembangunan dan revitalisasi jaringan irigasi,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten Agus M Tauchid menjelaskan, perencanaan sampai pelaksanaan program Jalan Usaha Tani (JUT) merupakan salah satu dari delapan program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten dalam rangka menciptakan ketahanan pangan daerah. Oleh karena itu, dirinya sangat berhati-hati dalam perencanaan pelaksanaan program JUT ini.

Kepala DPUPR Provinsi Banten Arlan Marzan menambahkan Jalan Usaha Tani (JUT) dapat memberikan dampak positif bagi para petani dalam menekan biaya angkut hasil tani.

“Ini dapat menekan biaya angkut hasil tani. Dan semoga ini bisa membantu masyarakat, khususnya bagi para petani,” jelasnya.(hmi)

Berita Terkait

Ratusan Pelaku UMKM Ikuti Pelatihan Pemanfaatan AI
PDAM TB Targetkan 10 Ribu Pelanggan Baru di Zona 2
Generasi Muda Harus Jadi Pemersatu di Era Digital
Diskominfo Genjot Transparansi dan Pelayanan Informasi
AHY Dorong Penataan Pesisir Terintegrasi
Pengusutan Dugaan Korupsi, Kejati Banten Geledah PT ABM
DPUPR Banten Diduga Abaikan Pemiliharaan
63 Perkara Inkrah, Kejari Tangerang Musnahkan Barang Bukti
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 15:29 WIB

Ratusan Pelaku UMKM Ikuti Pelatihan Pemanfaatan AI

Jumat, 17 April 2026 - 15:26 WIB

PDAM TB Targetkan 10 Ribu Pelanggan Baru di Zona 2

Jumat, 17 April 2026 - 15:23 WIB

Generasi Muda Harus Jadi Pemersatu di Era Digital

Jumat, 17 April 2026 - 15:20 WIB

Diskominfo Genjot Transparansi dan Pelayanan Informasi

Jumat, 17 April 2026 - 15:17 WIB

AHY Dorong Penataan Pesisir Terintegrasi

Berita Terbaru

Bisnis

Ratusan Pelaku UMKM Ikuti Pelatihan Pemanfaatan AI

Jumat, 17 Apr 2026 - 15:29 WIB

Daerah

PDAM TB Targetkan 10 Ribu Pelanggan Baru di Zona 2

Jumat, 17 Apr 2026 - 15:26 WIB

Daerah

Generasi Muda Harus Jadi Pemersatu di Era Digital

Jumat, 17 Apr 2026 - 15:23 WIB

Daerah

Diskominfo Genjot Transparansi dan Pelayanan Informasi

Jumat, 17 Apr 2026 - 15:20 WIB

Nasional

AHY Dorong Penataan Pesisir Terintegrasi

Jumat, 17 Apr 2026 - 15:17 WIB