TANGERANG | TR.CO.ID
Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja (Perumdam TKR) Kabupaten Tangerang terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui program beasiswa pendidikan bagi pegawai.
Program yang telah berjalan sejak 2024 itu merupakan hasil kerja sama antara Perumdam Tirta Kerta Raharja dengan Universitas Indonesia untuk mendukung pegawai melanjutkan pendidikan ke jenjang Magister atau S2.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai bentuk evaluasi dan pemantauan perkembangan studi penerima beasiswa, Perumdam TKR menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama akademisi UI, Retno Kusumastuti Hardjono, di Aula Tirta Perumdam TKR.
Kegiatan tersebut diikuti para penerima beasiswa tahun 2024 dan calon peserta program berikutnya. Dalam forum itu, sebanyak 10 pegawai mempresentasikan perkembangan studi, termasuk tema penelitian dan tesis yang berkaitan langsung dengan kebutuhan perusahaan.
Berbagai topik yang diangkat meliputi transformasi digital, pelayanan pelanggan, pengelolaan media sosial, pengembangan SDM, kepemimpinan, hingga strategi peningkatan layanan air bersih bagi masyarakat.
Direktur Utama Perumdam TKR, Sofyan Sapar, menegaskan bahwa program beasiswa ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kapasitas individu pegawai, tetapi juga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan perusahaan.
“Penelitian yang dilakukan diharapkan dapat menjawab tantangan perusahaan, khususnya dalam pengembangan pelayanan air bersih kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut Sofyan, tantangan utama perusahaan saat ini bukan lagi persaingan dengan air minum kemasan, melainkan penggunaan air sumur atau air tanah oleh masyarakat untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Karena itu, hasil penelitian para pegawai diharapkan mampu melahirkan rekomendasi strategis, baik dalam peningkatan pelayanan, penguatan sosialisasi, maupun upaya menarik minat masyarakat menjadi pelanggan Perumdam TKR.
Sementara itu, Prof. Retno mengingatkan pentingnya ketepatan dalam menentukan judul penelitian agar proses penyusunan tesis lebih terarah dan tidak terlalu luas.
Ia juga menyoroti tantangan terbesar bagi pegawai yang menjalani kuliah sambil bekerja, yakni kemampuan mengatur waktu secara disiplin antara pekerjaan, perkuliahan, penelitian, hingga publikasi ilmiah.
Melalui program ini, Perumdam TKR berharap dapat mencetak SDM yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif dan inovatif dalam menghadapi tantangan pengelolaan layanan air bersih di masa depan.(Will/dam)









