Polres Jakbar Periksa Empat Saksi Kasus Penyekapan PRT

Selasa, 27 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi penyekapan.

Ilustrasi penyekapan.

Hingga kini, polisi masih mendalami tindakan kekerasan lain yang dilakukan terhadap IP oleh majikannya.

JAKARTA | TR.CO.ID

Empat saksi diperiksa dalam kasus penyekapan pekerja rumah tangga (PRT) berinisial IP (23) di Tanjung Duren, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Masih kita lakukan pemeriksaan saksi, ada empat,” Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Andri Kurniawan di Jakarta, kemarin.

Ia juga menjelaskan, empat saksi tersebut termasuk korban (IP) dan juga majikannya.

“Peristiwanya 13 Februari 2024,” katanya.

Ia menyebutkan, majikan IP sudah berbicara dalam pemeriksaan yang dilakukan.

“Iya sudah. Kita dalami hasil pemeriksaan, nanti kita (sampaikan),” katanya.

Selain itu, kata Andri, IP juga telah menjalani pemeriksaan kesehatan.

Baca Juga:  Pembunuh Wanita di Jakbar Ternyata Suami Korban sendiri

“Kemarin, kita periksa juga kondisi kesehatannya, kita arahkan untuk dirawat, untuk melihat kondisi korban seperti apa,” kata dia.

Hingga kini, polisi masih mendalami tindakan kekerasan lain yang dilakukan terhadap IP oleh majikannya.

“Masih hasil penyelidikan kita, hasil visum nanti kita (sampaikan),” katanya.

Lebih lanjut, Andri mengatakan bahwa IP telah lima bulan tinggal bersama majikannya.

Sebelumnya, Komnas Perempuan meminta Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PRT).

Hal tersebut menyusul belum adanya payung hukum khusus untuk melindungi PRT dan juga kasus penyekapan seorang PRT wanita asal NTT oleh majikannya di Tanjung Duren, Jakarta Barat.

Baca Juga:  Tahanan Wanita Kabur dari Lapas Berhasil Ditangkap

“Komnas Perempuan sedang mengadvokasi RUU Pelindungan PRT. Soal kasus ini, itulah kenapa pentingnya ada untuk khusus untuk PRT, karena memang sampai saat ini belum ada undang-undang atau payung hukum yang bisa melindungi PRT,” kata Komisioner Komnas Perempuan, Wanti Mashudi saat dihubungi di Jakarta, Senin(19/2).

Wanti menambahkan bahwa tidak adanya UU Perlindungan PRT menyebabkan pelaku kejahatan terhadap PRT tidak bisa disangkakan dengan UU Ketenagakerjaan, karena UU tersebut hanya diperuntukkan bagi pekerja formal.

“Jadi, kalau tadi Anda nanya soal UU Ketenagakerjaan ya tidak bisa, karena UU Ketenagakerjaan untuk kerja formal, sementara pekerja rumah tangga itu pekerja informal,” kata Wanti.(JR)

Berita Terkait

Hengky dan Hendra, Diduga Memalsukan Surat Garapan Laut, Negara Dirugikan.
Ngeri, Ada Tarian Erotis di Tangerang?
Beredar Dua SE Bupati Tangerang Soal Operasional Hiburan Malam , Ini Jawaban Kasatpol PP
Ditemukan Mark Up di Kasus Pengadaan Sarana Rumah Anggota DPR
Terkait Penggelembungan Jumlah Pemilih, Bareskrim Tetapkan Tujuh Anggota PPLN Kuala Lumpur jadi Tersangka
BNNP DKI Musnahkan 3,6 Kg Ganja
Polres Jaktim Ringkus Pelaku Penembakan di Jatinegara
Pembunuh Wanita di Jakbar Ternyata Suami Korban sendiri
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Juni 2024 - 17:59 WIB

Hengky dan Hendra, Diduga Memalsukan Surat Garapan Laut, Negara Dirugikan.

Selasa, 28 Mei 2024 - 11:44 WIB

Ngeri, Ada Tarian Erotis di Tangerang?

Jumat, 22 Maret 2024 - 16:00 WIB

Beredar Dua SE Bupati Tangerang Soal Operasional Hiburan Malam , Ini Jawaban Kasatpol PP

Kamis, 7 Maret 2024 - 13:21 WIB

Ditemukan Mark Up di Kasus Pengadaan Sarana Rumah Anggota DPR

Jumat, 1 Maret 2024 - 11:14 WIB

Terkait Penggelembungan Jumlah Pemilih, Bareskrim Tetapkan Tujuh Anggota PPLN Kuala Lumpur jadi Tersangka

Kamis, 29 Februari 2024 - 13:02 WIB

BNNP DKI Musnahkan 3,6 Kg Ganja

Kamis, 29 Februari 2024 - 12:13 WIB

Polres Jaktim Ringkus Pelaku Penembakan di Jatinegara

Rabu, 28 Februari 2024 - 20:01 WIB

Pembunuh Wanita di Jakbar Ternyata Suami Korban sendiri

Berita Terbaru

Selebritis

Amanda Manopo: Atas sampai Bawah Hasil Perawatan

Jumat, 14 Jun 2024 - 11:05 WIB

Hukum & Kriminal

16 Remaja Bersajam Live Instagram Hendak Tawuran

Jumat, 14 Jun 2024 - 11:00 WIB

Daerah

Dua Bocah Tewas Dibekas Galian Puspemkab Tangerang

Jumat, 14 Jun 2024 - 10:58 WIB