Ratusan Guru Tuntut Hak

Jumat, 4 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SERANG | TR.CO.ID

Ratusan guru dari berbagai wilayah di Provinsi Banten bersama mahasiswa dan elemen masyarakat yang tergabung dalam Solidaritas Pembela Pendidikan Banten (SP2B) menggelar aksi unjuk rasa di depan Pendopo Gubernur Banten, Kamis (3/7/2025). Aksi damai tersebut dikawal oleh Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EW-LMND) Banten sebagai bentuk solidaritas terhadap berbagai persoalan dunia pendidikan di daerah.

Dalam aksi itu, massa menyuarakan empat tuntutan utama yang mencerminkan kondisi para pendidik saat ini. Di antaranya adalah Tunjangan Tugas Tambahan (Tuta) yang belum dibayarkan sejak awal tahun, ketidaktransparanan dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), ketidakjelasan nasib Calon Pengawas (Cawas), dan persoalan Tunjangan Kinerja (Tukin).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua EW-LMND Banten, Muhammad Abdullah, menegaskan bahwa keterlibatan organisasinya merupakan bentuk kepedulian terhadap pendidikan yang saat ini menghadapi tantangan berat. Ia juga memperingatkan agar tidak ada pihak yang mencoba mengintimidasi para guru yang menyuarakan haknya.

Baca Juga:  KPU Sebut Berkas Pendaftaran Pilpres 2024, Anies-Imin dan Ganjar-Mahfud Lengkap

“Jangan sampai para guru yang memperjuangkan hak-haknya mendapatkan intimidasi. Jika itu terjadi, kami tidak akan tinggal diam,” tegas Abdullah.

Menurutnya, jika masalah ini terus dibiarkan, akan berdampak langsung pada semangat para guru dalam mengajar dan pada akhirnya memengaruhi masa depan siswa.

“Bagaimana siswa bisa mendapatkan pendidikan yang berkualitas kalau gurunya kehilangan semangat karena hak-haknya tidak terpenuhi,” ujarnya.

Koordinator aksi, Tajeri, menyoroti keterlambatan pembayaran Tunjangan Tugas Tambahan (Tuta) yang sudah berlangsung selama enam bulan terakhir. Padahal sejak kewenangan SMA/SMK dan SLB dialihkan ke provinsi pada 2017, Tuta rutin diberikan kepada guru dengan tugas tambahan. Namun, sejak terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi belanja APBN dan APBD, pembayaran Tuta terhenti tanpa kejelasan.

“Sudah enam bulan Tuta kami belum dibayarkan. Kami minta pemerintah segera mencairkan hak kami,” tegas Tajeri.

Selain itu, ia juga mempersoalkan kurangnya transparansi dalam SPMB yang dinilai tertutup. Tak ada kejelasan mengenai daftar peringkat peserta, nilai ambang batas tiap jalur, hingga dokumen verifikasi zonasi.

Baca Juga:  Hotel Santika Premiere Bintaro Berbagi Kebahagiaan Natal

Permasalahan lain yang menjadi sorotan adalah ketidakpastian nasib Calon Pengawas (Cawas) yang telah lolos seleksi, namun tak kunjung dilantik akibat transisi kebijakan jabatan fungsional pengawas sekolah.

“Perlu ada solusi transisi yang jelas, termasuk jalur karier yang fleksibel dan program pengembangan profesionalisme,” ujar Tajeri.

Terkait Tunjangan Kinerja (Tukin), para guru mendesak adanya perbaikan yang adil dalam sistem perhitungan dan pembayarannya, sesuai dengan golongan masing-masing.

“Keadilan dalam perbaikan Tukin sangat penting. Baik itu kenaikan besaran, metode perhitungan, maupun aturan pembayaran agar sesuai dengan kondisi nyata para guru,” pungkasnya.

Aksi berjalan damai dan menjadi peringatan serius bagi Pemerintah Provinsi Banten untuk segera mengambil langkah nyata dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang membelit sektor pendidikan. (Ian)

Berita Terkait

SPMB SDN di Kota Tangerang Dibuka hingga 17 Juni 2026
Judi Online Intai Anak-Anak, Aktivis Soroti Lemahnya Pengawasan Digital
Pendidikan Banten Tunjukkan Tren Positif
Pendaftaran Lomba Pramuka Cinta Masjid Kota Tangerang Dibuka
Pra SPMB 2026 Kota Tangerang Berjalan Lancar, 45 Ribu Peserta Sudah Terverifikasi
Bersama Gubernur Tinjau SPMB, Maryono Tegaskan Komitmen Pendidikan Berkualitas untuk Semua
Ribuan Pelajar Ramaikan O2SN dan FLS3N 2026, Pemkot Tangerang Luncurkan Inovasi Pendidikan Digital
DPAD Kota Tangerang Sambut Anak-Anak Disabilitas Lewat Program Durian dan Storytelling
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 12:18 WIB

SPMB SDN di Kota Tangerang Dibuka hingga 17 Juni 2026

Selasa, 2 Juni 2026 - 13:15 WIB

Judi Online Intai Anak-Anak, Aktivis Soroti Lemahnya Pengawasan Digital

Selasa, 2 Juni 2026 - 11:46 WIB

Pendidikan Banten Tunjukkan Tren Positif

Selasa, 2 Juni 2026 - 11:35 WIB

Pendaftaran Lomba Pramuka Cinta Masjid Kota Tangerang Dibuka

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:47 WIB

Pra SPMB 2026 Kota Tangerang Berjalan Lancar, 45 Ribu Peserta Sudah Terverifikasi

Berita Terbaru