LEBAK | TR.CO.ID
Peledakan batu kapur untuk bahan baku semen yang dilakukan PT Cemindo Gemilang bekerja sama dengan PT Lebak Energi Nusantara (LEN) menuai keluhan dari warga Desa Pamubulan. Peledakan yang dilakukan setiap hari dengan sistem blasting tersebut mengakibatkan rumah warga retak dan menimbulkan trauma pada anak-anak, khususnya bayi dan balita.
Ahmad Ludin, salah satu warga terdampak, mengungkapkan bahwa suara peledakan sering membuat kaget dan menambah keresahan warga.
ADVERTISEMENT
![]()
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kaget sudah pasti, tapi yang lebih membuat kami geram adalah rumah warga yang menjadi retak-retak akibat peledakan ini,” ujarnya, kemarn.
Tak hanya orang dewasa, Ahmad juga menyoroti kepedihan yang dirasakan anak-anak.
“Anak kecil juga sering mengalami trauma setiap kali mendengar ledakan batu yang dilakukan oleh perusahaan ini,” tambahnya.
Sebagai bentuk protes, Karang Taruna dan warga setempat sebelumnya telah melakukan aksi unjuk rasa. Mereka menyoroti dampak peledakan serta keberadaan tenaga kerja asing di area tambang yang dinilai semakin menambah keresahan masyarakat setempat.
Menurut informasi yang dihimpun, peledakan dilakukan di area quarry tambang sebagai bagian dari produksi batu kapur yang menjadi bahan baku semen merah putih. Namun, aktivitas ini kini semakin menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat yang bermukim di sekitarnya.
Warga meminta agar perusahaan terkait melakukan mitigasi serta mencari solusi untuk mengurangi dampak peledakan tersebut agar tidak semakin meresahkan masyarakat. (eem/jat/ris)









