Skandal Dugaan Penyalahgunaan Dana BOS di SMKN 12 Kabupaten Tangerang Mencuat ke Publik

Senin, 29 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG | TR.CO.ID
Skandal dugaan penyalahgunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMKN 12 Kabupaten Tangerang menjadi sorotan publik setelah munculnya laporan tentang transaksi mencurigakan yang melibatkan kepala sekolah M. Akrom. Menurut informasi yang diterima, dana yang seharusnya digunakan untuk peningkatan kualitas pendidikan diduga telah dialihkan untuk kepentingan pribadi.

Dalam proses investigasi, terungkap adanya percakapan dalam aplikasi WhatsApp antara M. Akrom dan penyedia jasa berinisial J, yang menunjukkan indikasi adanya markup dalam pembelian jasa dan barang. Percakapan tersebut mencakup permintaan pembayaran yang tidak lazim dan menimbulkan kecurigaan tentang integritas pengelolaan dana.

Baca Juga:  Polisi Selidiki Pemuda Tewas Bersimbah Darah di Jambe

Menanggapi pemberitaan yang beredar, M. Akrom melalui tangerangdaily.id menyatakan bahwa informasi yang diberitakan beberapa media online tidak akurat dan menyesatkan. “Saya tidak diberikan ruang yang cukup untuk menjelaskan duduk persoalan yang sebenarnya,” ujar Akrom. Ia menjelaskan bahwa percakapan yang beredar adalah komunikasi pribadi dengan teman karibnya, J, yang diinterpretasikan secara keliru oleh publik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penyedia jasa, J, mengkonfirmasi bahwa telah terjadi transaksi keuangan antara dirinya dan M. Akrom untuk pembayaran tagihan listrik sekolah. “Memang benar ada pekerjaan yang diberikan melalui judul yang ada di arkas untuk pengembalian uang yang telah dipinjam,” ungkap J. Ia menambahkan bahwa hingga saat ini hutang tersebut belum lunas dan sulit untuk ditagih.

Baca Juga:  Embung dan Drainase Dapat Kurangi Banjir

Lazarus Stenly, Kabid Hukum GNP Tipikor Provinsi Banten, mengkritik manajemen sekolah yang terkesan berantakan. “Pembayaran listrik menjadi alasan belum cairnya dana BOS terkesan bukan jawaban seorang pemimpin. Seorang kepala sekolah harus bisa mengatasi keterlambatan pencairan dana dengan siasat manajerial, bukan dengan alasan yang tidak layak,” tegas Lazarus.(red)

Berita Terkait

Jelang TKA 2026, SDN Daan Mogot 3 Siapkan Infrastruktur Latih Siswa Hadapi Ujian Berbasis Komputer
Disdik Kota Tangerang Pastikan SPMB 2026 Siap, Seleksi Prestasi Kini Pakai TKA
Ratusan Pelaku UMKM Ikuti Pelatihan Pemanfaatan AI
PDAM TB Targetkan 10 Ribu Pelanggan Baru di Zona 2
Generasi Muda Harus Jadi Pemersatu di Era Digital
Diskominfo Genjot Transparansi dan Pelayanan Informasi
AHY Dorong Penataan Pesisir Terintegrasi
Pengusutan Dugaan Korupsi, Kejati Banten Geledah PT ABM
Berita ini 109 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 23:02 WIB

Jelang TKA 2026, SDN Daan Mogot 3 Siapkan Infrastruktur Latih Siswa Hadapi Ujian Berbasis Komputer

Jumat, 17 April 2026 - 22:57 WIB

Disdik Kota Tangerang Pastikan SPMB 2026 Siap, Seleksi Prestasi Kini Pakai TKA

Jumat, 17 April 2026 - 15:29 WIB

Ratusan Pelaku UMKM Ikuti Pelatihan Pemanfaatan AI

Jumat, 17 April 2026 - 15:26 WIB

PDAM TB Targetkan 10 Ribu Pelanggan Baru di Zona 2

Jumat, 17 April 2026 - 15:23 WIB

Generasi Muda Harus Jadi Pemersatu di Era Digital

Berita Terbaru

Bisnis

Ratusan Pelaku UMKM Ikuti Pelatihan Pemanfaatan AI

Jumat, 17 Apr 2026 - 15:29 WIB

Daerah

PDAM TB Targetkan 10 Ribu Pelanggan Baru di Zona 2

Jumat, 17 Apr 2026 - 15:26 WIB

Daerah

Generasi Muda Harus Jadi Pemersatu di Era Digital

Jumat, 17 Apr 2026 - 15:23 WIB