SERANG | TR.CO.ID
UPT SMPN 1 Kibin kabupaten Serang menjadi salah satu tempat dilaksanakannya Lokakarya Komunitas Belajar 1, Program Sekolah Penggerak (PSP) angkatan 3, sebagai rangkaian program sekolah penggerak tahun 2024, Sabtu (3/2/24).
Kepala UPT SMPN 1 Kibin, Hj. Otih Yulia Susanti, mengatakan pada acara pembukaan kegiatan lokakarya komunitas belajar 1, dihadiri oleh perwakilan dari Kantor Dinas Cabang (KCD) Seragon, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang Aat Supriyadi, Kepala UPT SMAN 1 Jawilan H. Satiri, Kasubag Umum Balai Guru Penggerak Provinsi Banten Apriana Anggraini dan Zakaria Budiman serta para peserta komunitas belajar yakni kepala sekolah TK, SD, SMP, SMA, para pengawas dan guru.
“Panitia dan peserta lokakarya komunitas belajar 1 memanfaatkan ruang pertemuan pada acara pembukaan dan beberapa ruang dipakai fasilitator dalam penyampaian materi kepada peserta komunitas belajar,”kata Hj. Otih.
Terpilihnya, SMPN 1 Kibin, lanjut Hj. Otih, sebagai tempat dilangsungkannya lokakarya komunitas belajar ini karena sekolah kita masuk kriteria menjadi salah satu lokasi pelaksanaan lokakarya yakni memiliki sarana dan prasarana yang memadai, terletak di lokasi yang tidak jauh dengan sekolah lain yang berada di kota Serang dan Cilegon, strategis, dan SMPN 1 Kibin menjadi salah satu sekolah penggerak. “Menjadi lokasi lokakarya merupakan suatu kehormatan bagi seluruh warga SMPN 1 Kibin yang juga menjadi sekolah penggerak.
Di tempat yang sama, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang Aat Supriyadi menambahkan Dindikbud Kabupaten Serang sangat mendukung program Balai Guru Penggerak Provinsi Banten yang melaksanakan lokakarya komunitas belajar guna peningkatan kompetensi pendidik, pengawas dan kepala sekolah yang akan diimplementasikan di sekolah dalam upaya penguatan proses pembelajaran.
Aat pesan kepada peserta lokakarya yakni kepala sekolah, pengawas dan guru baik dari TK, SD, SMP, SMP dan SMA dapat memanfaatkan kesempatan yang bagus ini untuk saling berbagi pengalaman, berkolaborasi dengan sekolah lain, sharing, sampai akhirnya ditindaklanjuti dengan aksi nyata yang akan diterapkan di sekolah masing-masing.
Aat berharap setelah mengikuti lokakarya ini, para kepala sekolah, pengawas dan guru memiliki pengalaman dalam membangun budaya belajar bersama komunitas belajar di satuan pendidikan. “Lokakarya ini sebagai upaya optimalisasi komunitas belajar di sekolah sekaligus meningkatkan kompetensi sebagai pendidik,”pungkasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penulis : Mur
Editor : dam









