Tanggapan Jokowi Terkait Gelar Alumnus UGM Paling Memalukan Oleh Ketua BEM KM UGM

Kamis, 14 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | TR.CO.ID

Gielbran Muhammad Noor, selaku ketua dari Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM KM UGM) baru-baru ini memberikan nominasi kepada Presiden Joko Widodo sebagai alumni paling memalukan.

Jokowi lantas memberikan respon atas persoalan dirinya yang disebut sebagai alumnus paling memalukan yang diberikan oleh ketua BEM KM UGM tersebut, Meskipun Jokowi menanggapinya dengan santai tetapi ada pesan tegas di dalamnya. Jokowi mengatakan bahwa melakukan kritik itu diperbolehkan dan hal tersebut merupakan hal biasa dalam proses berdemokrasi namun ada etika dan sopan santun ketimuran yang patut ditaati

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“ya itu proses demokrasi, boleh-boleh saja tetapi perlu saya ingatkan bahwa kita ini ada etika sopan santun ketimuran” kata Jokowi dalam keterangan pers yang dia berikan di kawasan Rumah Pompa Ancol, Sentiong, Jakarta Utara, pada Senin (11/12/23)

Baca Juga:  Satpol PP Terima Data Calon Petugas Ketertiban TPS dari KPU

BEM KM UGM sebelumnya menampilkan kritiknya terhadap Presiden Jokowi pada baliho berukuran 4×3 meter dengan tulisan berwarna merah yang bertuliskan “Penyerahan Nominasi Alumnus UGM Paling Memalukan”. Baliho tersebut menggambarkan wajah Jokowi dalam dua sisi. Sisi pertama memakai almamater UGM dengan topi petani dan berlatar belakang Universitas Gadjah Mada (UGM). Sementara itu sisi kedua memakai mahkota kerajaan dengan jas dan berlatar belakang istana negara. Gielbran M Noor juga menyatakan bahwa ada sekitar 3-4 baliho serupa yang terpampang di luar kampus UGM.

Pada Jumat (8/12/2023) Gielbran mengatakan bahwa baliho tersebut merupakan wujud kekecewaan mahasiswa UGM terhadap Presiden Jokowi karna sudah hampir satu dekade Jokowi memimpin namun masih banyak masalah fundamental yang belum dapat terselesaikan secara tuntas. Padahal menurut Gielbran, Presiden Jokowi punya cukup banyak waktu untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Baca Juga:  Proses Pengajuan Pindah Memilih pada Pemilu 2024

Persoalan atau masalah terkait yang dibahas adalah tentang para hakim MK yang terbukti bermasalah dalam sidan MKMK dan menjadi wujud nyata bahwa MK sebenarnya tidak independen. Tentang kasus korupsi di mana pemimpin KPK, yang seharusnya bertanggung jawab untuk memerangi korupsi malah menjadi pelaku kriminal dan yang terakhir tentang undang-undang ITE tentang kebebasan berpendapat yang diubah dan dianggap sangat mempermudah kriminalisasi para aktivis.

Mulai dari Indeks demokrasi yang dinilai turun drastis, kebobrokan konstitusi di masa pemerintahan Jokowi dan indikasi adanya dinasti politik yang memiliki hubungan darah juga menjadi tiga alasan mengapa Gielbran Muhammad Noor selaku ketua BEM KM UGM, menyebut Jokowi dengan label alumnus terburuk pada Jumat (8/12/23).

Penulis : zahwa

Editor : dam

Berita Terkait

Serap Ilmu City Branding, Maryono Ingin Tangerang Makin Dilirik Investor dan Wisatawan
Pemkot Tangerang Uji Coba Penutupan Kawasan Taman Elektrik Tertibkan Parkir Liar
Warga Jakarta Terlantar diselamatkan DINSOS Kota Tangerang
Sachrudin Ajak ASN Perkuat Iman dan Tingkatkan Pelayanan Masyarakat
Saat Evaluasi Sarpras di Karawaci, Maryono: Harus Terus Fokus pada Kebutuhan Warga
Respons Isu Pocong Jadi-Jadian, Sachrudin: Jangan Mudah Terprovokasi!
DPRD Soroti Praktik Pungli Parkir, Dorong Penanganan Terintegrasi dan Digitalisasi Sistem
Dinkes Kota Tangerang Imbau Warga Waspada Penyebaran Hanta Virus
Berita ini 62 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:20 WIB

Serap Ilmu City Branding, Maryono Ingin Tangerang Makin Dilirik Investor dan Wisatawan

Jumat, 22 Mei 2026 - 22:59 WIB

Pemkot Tangerang Uji Coba Penutupan Kawasan Taman Elektrik Tertibkan Parkir Liar

Jumat, 22 Mei 2026 - 22:52 WIB

Warga Jakarta Terlantar diselamatkan DINSOS Kota Tangerang

Kamis, 21 Mei 2026 - 21:53 WIB

Saat Evaluasi Sarpras di Karawaci, Maryono: Harus Terus Fokus pada Kebutuhan Warga

Kamis, 21 Mei 2026 - 21:47 WIB

Respons Isu Pocong Jadi-Jadian, Sachrudin: Jangan Mudah Terprovokasi!

Berita Terbaru

Daerah

Warga Jakarta Terlantar diselamatkan DINSOS Kota Tangerang

Jumat, 22 Mei 2026 - 22:52 WIB