Unjuk Rasa Mahasiswa Berujung Ricuh, Bertepatan Dengan HUT Lebak

Senin, 4 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LEBAK | TR.CO.ID

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Lebak Menggugat menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Lebak pada Sabtu (02/12/2023) bertepatan dengan HUT Lebak yang ke-195. Namun, aksi tersebut berakhir ricuh setelah bentrok antara mahasiswa dengan aparat kepolisian yang berjaga di lokasi.

Pantauan di tempat kejadian, insiden dimulai dengan saling dorong antara mahasiswa dan anggota polisi yang berjaga. Ketegangan tersebut memuncak saat massa aksi memaksa masuk ke kantor DPRD Lebak, namun mereka dihalangi oleh polisi. Bentrokan fisik tak terhindarkan, bahkan pagar besi gedung DPRD Lebak berhasil dijebol oleh puluhan mahasiswa.

Korlap Aksi, Musail Waedurat, dalam orasinya menyatakan bahwa kedatangan massa dari berbagai organisasi kemahasiswaan merupakan ekspresi kepedulian terhadap kondisi Kabupaten Lebak. Mahasiswa menuntut peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), infrastruktur pendidikan, ruas jalan desa, dan Penerangan Jalan Umum (PJU) di wilayah yang kurang terjangkau, dengan tujuan mengurangi tingkat kriminalitas.

Tak hanya itu, mereka juga mendesak Pemerintah Daerah Lebak untuk menyelesaikan masalah limbah dari tambang pasir yang merusak lahan pertanian di Desa Mekarjaya, Kecamatan Cimarga. Selain itu, tuntutan lain mencakup evaluasi relokasi pasar oleh Pemkab Lebak, penyelesaian masalah penggunaan Parkir Elektronik, penanganan munculnya LGBT yang dikhawatirkan dapat memicu peningkatan kasus HIV/AIDS, serta pengawasan ketat terhadap peredaran minuman keras.

Baca Juga:  Keren! Indonesia Menjadi Contoh Transformasi Pendidikan Menggunakan Intervensi Teknologi

Musail menegaskan, mahasiswa juga menuntut agar Penjabat Bupati Lebak menindak pertambangan ilegal yang masih beroperasi di Kecamatan Cimarga dan Bojongmanik, yang dianggap merugikan masyarakat.

Saat ini, pihak berwenang dari DPRD Lebak belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan yang disuarakan dalam aksi tersebut. Namun, perwakilan pemerintah setempat diharapkan untuk merespons aspirasi yang disuarakan dengan tanggapan yang terukur demi mencapai solusi yang bermanfaat bagi Kabupaten Lebak.

Penulis : jat

Editor : ris

Berita Terkait

SPMB SDN di Kota Tangerang Dibuka hingga 17 Juni 2026
Judi Online Intai Anak-Anak, Aktivis Soroti Lemahnya Pengawasan Digital
Pendidikan Banten Tunjukkan Tren Positif
Pendaftaran Lomba Pramuka Cinta Masjid Kota Tangerang Dibuka
Pra SPMB 2026 Kota Tangerang Berjalan Lancar, 45 Ribu Peserta Sudah Terverifikasi
Bersama Gubernur Tinjau SPMB, Maryono Tegaskan Komitmen Pendidikan Berkualitas untuk Semua
Ribuan Pelajar Ramaikan O2SN dan FLS3N 2026, Pemkot Tangerang Luncurkan Inovasi Pendidikan Digital
DPAD Kota Tangerang Sambut Anak-Anak Disabilitas Lewat Program Durian dan Storytelling
Berita ini 72 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 12:18 WIB

SPMB SDN di Kota Tangerang Dibuka hingga 17 Juni 2026

Selasa, 2 Juni 2026 - 13:15 WIB

Judi Online Intai Anak-Anak, Aktivis Soroti Lemahnya Pengawasan Digital

Selasa, 2 Juni 2026 - 11:46 WIB

Pendidikan Banten Tunjukkan Tren Positif

Selasa, 2 Juni 2026 - 11:35 WIB

Pendaftaran Lomba Pramuka Cinta Masjid Kota Tangerang Dibuka

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:47 WIB

Pra SPMB 2026 Kota Tangerang Berjalan Lancar, 45 Ribu Peserta Sudah Terverifikasi

Berita Terbaru