TANGERANG | TR.CO.ID
Aksi unjuk rasa (Unras) , puluhan mahasiswa yang terdiri dari beberapa perguruan tinggi di Kabupaten Tangerang didepan Gedung Bupati Tangerang diwarnai pencoptan dan pembakaran spanduk peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke 79 tahun 2025.
Menyikapi hal tersebut, Ketua PWI Kabupaten Tangerang, Sri Mulyo mengatakan, bahwa spanduk ucapan hari pers yang terpasang di jalan-jalan merupakan bentuk dukungan dari para mitra, dalam memajukan demokrasi serta kemajuan pers di Indonesia, khusus ya Kabupaten Tangerang. Maka, tidak seharunya para mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa melakukan pencopotan dan pembakaran terhadap spanduk tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Mereka itu menyampaikan aspirasi, kenapa kok spanduk HPN yang mereka rusak. Spanduk ucapan HPN 2025 yang dipasang oleh para Mitra merupakan bentuk dukungan terhadap demokrasi dan kemajuan Pers di Kabupaten Tangerang,” ujar Sri Mulyo, Senin (10/2/25).
Sementara itu, Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Tangerang sekaligus tokoh pers di Banten, Sangki Wahyudin, menyesalkan aksi brutal yang dilakukan oleh para mahasiswa tersebut. Terlebih, ada dugaan spanduk yang dibakar para mahasiswa adalah spanduk Hari Pers Nasional (HPN) 2025, yang kini sedang dirayakan oleh seluruh wartawan di Indonesia.
“Saya sangat menyesalkan aksi brutal oleh BEM Kabupaten Tangerang. Saat ini kami (wartawan) sedang memperingati Hari Pers Nasional ini adalah sebuah perayaan besar bagi wartawan. Tentunya kami jadi merasa tidak dihargai,” kata Sangki.
Sangki menegaskan, mahasiswa harus tahu Pers adalah pilar keempat demokrasi yang keberadaanya diakui oleh UUD 1945. Tentunya, aksi brutal sejumlah mahasiswa dengan cara membakar spanduk HPN 2025 sangat melukai hati para wartawan. Ia pun meminta kepada BEM Kabupaten Tangerang untuk bertanggung jawab atas aksi yang memicu kontroversi tersebut.
“Silahkan berunjuk rasa, tidak ada yang melarang, tapi lakukan dengan damai. Kami meminta kepada BEM Kabupaten Tangerang untuk bertanggung jawab,” tandasnya.
Ditempat terpisah, salah satu kordinator aksi demonstrasi mahasiswa, Saeful Bahri mengaku, bahwa para mahasiswa yang melakukan pencopotan dan membakar spanduk didepan gedung Bupati Tangerang tidak mengetahui bahwa itu, merupakan spanduk peringatan HPN 2025. Maka, dengan mengatasnamakan mahasiswa Kabupaten Tangerang pihaknya mengakui kesalahan dan meminta maaf sebesar-besarnya kepada para inssan pers di Kabupaten Tangerang.
“Sebetulnya, teman-teman mahasiswa tidak tahu itu spanduk HPN. Mungkin, karena terbawa emosi saat melakukan aksi akhirnya spanduk-spanduk yang ada dicopot oleh teman-temannya. Namun, kami para mahasiswa meminta maaf sebesar-besarnya kepada teman-teman pers di Kabupaten Tangerang,” ujarnya. (fj/dam)









